Antam berharap emas tidak anjlok sampai USD1.000/ounce
Kamis, 18 Juli 2013 - 20:52 WIB
Antam berharap emas tidak anjlok sampai USD1.000/ounce
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Keuangan PT Aneka Tambang (ANTM), Djaja Tambunan berharap, harga emas dunia sampai akhir tahun tidak turun sampai USD1.000 per ounce.
"Harapan Antam, cash closed periode semester 1 tahun rata-rata USD1.840 per ounce. Jangan sampai USD1.000 per ounce, cukup stay di USD1.300-1.200 per ounce," ujar Djaja di Sate Senayan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Dirinya melihat, turunnya harga emas dunia yang terjadi saat ini terutama didorong oleh sikap pasar yang merespon kebijakan ekonomi di Amerika Serikat.
Diakuinya, logam mulia ini tertekan data ekonomi AS yang melampaui estimasi analis sehingga mengikis daya tarik sebagai penyimpan nilai.
"Harga emas terkait kebijakan di Amerika Serikat, karena ini investor akan melihat. Bisa masuk ke bond juga namun tergantung market mekanisme sendiri," sambung Djaja.
Harga emas berjangka di bursa Amerika Serikat tercatat sempat anjlok lebih dari 23 persen pada kuartal kedua 2013. Namun, situasi ini mencatat kerugian kuartalan yang paling tajam sejak perdagangan pertengahan 1970-an.
Kondisi ini dipengaruhi oleh kepanikan bahwa penguatan ekonomi AS akan terus berlanjut untuk mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan nilai tukar dolar, sehingga menodai daya tarik logam mulia.
"Harapan Antam, cash closed periode semester 1 tahun rata-rata USD1.840 per ounce. Jangan sampai USD1.000 per ounce, cukup stay di USD1.300-1.200 per ounce," ujar Djaja di Sate Senayan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Dirinya melihat, turunnya harga emas dunia yang terjadi saat ini terutama didorong oleh sikap pasar yang merespon kebijakan ekonomi di Amerika Serikat.
Diakuinya, logam mulia ini tertekan data ekonomi AS yang melampaui estimasi analis sehingga mengikis daya tarik sebagai penyimpan nilai.
"Harga emas terkait kebijakan di Amerika Serikat, karena ini investor akan melihat. Bisa masuk ke bond juga namun tergantung market mekanisme sendiri," sambung Djaja.
Harga emas berjangka di bursa Amerika Serikat tercatat sempat anjlok lebih dari 23 persen pada kuartal kedua 2013. Namun, situasi ini mencatat kerugian kuartalan yang paling tajam sejak perdagangan pertengahan 1970-an.
Kondisi ini dipengaruhi oleh kepanikan bahwa penguatan ekonomi AS akan terus berlanjut untuk mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan nilai tukar dolar, sehingga menodai daya tarik logam mulia.
(gpr)
Lihat Juga :