Pedagang: Pembeli lebih suka daging sapi lokal

Senin, 22 Juli 2013 - 15:09 WIB
Pedagang: Pembeli lebih...
Pedagang: Pembeli lebih suka daging sapi lokal
A A A
Sindonews.com - Para pedagang di pasar Badung, Denpasar Bali merasa geram atas masuknya daging sapi impor. Pasalnya, keberadaan daging impor, selain harganya tidak stabil, kualitas daging sapi impor lebih rendah ketimbang daging sapi Bali.

Rendahnya kualitas daging sapi impor karena disembelih dalam kurun waktu cukup lama. Sementara, daging sapi Bali begitu disembelih, langsung didistribusikan ke pedagang untuk dijual.

"Daging sapi impor kami terima dalam keadaan beku, tidak seperti daging sapi lokal yang masih fresh. Pembeli lebih suka daging sapi lokal," kata Made Geriya, seorang pedagang di Pasar Badung, Denpasar, Senin (22/7/2013).

Menurutnya, pengusaha bakso dan restoran lebih memilih daging sapi lokal ketimbang daging sapi impor. Karena daging lokal masih segar. Geriya mengakui harga daging sapi di Bali sempat melonjak pada awal Ramdan.

Sebelumnya harga daging sapi di daerah tersebut sebesar Rp80 ribu per kg menjadi Rp85 ribu. Sementara, daging sapi impor lebih disukai pengusaha makanan olahan seperti pengusaha sosis, nuget, dan kornet.

Ketua Komisi II DPRD Bali, Tutik Kusuma Wardhani mengatakan, jika kenaikan harga merupakan fenomena setiap menjelang Lebaran. "Masyarakat panik dan melakukan aksi borong. Itu yang menyebabkan terganggunya suplai and demand. Ini menjadi pemikiran serius Dinas Pertanian, bagaimana suplai produksi pertanian, hasilnya bisa meng-cover demand," terangnya.

Tutik sepakat Bali masih mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk itu, dia menolak impor yang dilakukan pemerintah. "Dinas Pertanian harus lebih mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan ini. Harus dipikirkan secara serius. Tahun ini, betul-betul krusial sekali. Pas liburan, anomali cuaca, hari raya dan kenaikan BBM. Harga harus seminimal mungkin ditekan," jelas dia.

Tutik mengatakan, peningkatan produksi lokal mesti digiatkan lantaran pemerintah tak bisa terus mengandalkan hasil impor. "Mengandalkan impor itu tidak bagus. Kalau mau impor dapat dimaklumi saat krusial saja," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Perlu Khawatir Bakal...
Tak Perlu Khawatir Bakal Langka, Berikut 5 Olahan Daging Sapi yang Bisa Disimpan Lama
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
Stok Daging Surplus,...
Stok Daging Surplus, Kementan: Mestinya Harga Tidak Naik
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
5 Ide Olahan Daging...
5 Ide Olahan Daging Sapi Kurban yang Mudah Dibuat di Rumah, Praktis dan Lezat
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
7 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
7 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
9 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
9 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved