Presiden diminta tinjau ulang proyek Donggi Senoro

Kamis, 25 Juli 2013 - 13:41 WIB
Presiden diminta tinjau...
Presiden diminta tinjau ulang proyek Donggi Senoro
A A A
Sindonews.com - PT LNG Energi Utama (LNGEU) melalui pengacaranya Eggy Sudjana meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninjau ulang proyek kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) milik PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) di desa Luwuk, Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah karena merugikan negara.

Menurut Eggy, permohonan penghentian proyek tersebut sudah dilayangkan dalam bentuk Sans Prejudice kepada Presiden Rabu (19/6/2013), namun hingga sekarang belum mendapatkan tanggapan.

Akhirnya Eggy mendatangi Pertamina selaku pihak terkait untuk melakukan konfirmasi serta melakukan upaya penyelesaian kasus hukum pembangunan proyek tersebut.

"Saya punya temuan data yang seharusnya dapat proyek ini perusahaan Australia (LNGEU) tapi justru disalip perusahaan Jepang (PT DSLNG)," kata dia saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (25/7/2013)

Dikatakannya, proyek ini terlalu mahal dari harga yang sewajarnya. Hal itu, telah disampaikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu dalam surat nomor 23/WP/7/2009 ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Direktur Utama Pertamina (persero).

Menurut Kalla saat itu, proyek Donggi-Senoro dapat dikerjakan dengan biaya USD1 miliar. Namun, hingga 2012 realisasi pembangunan proyek tersebut sudah mencapai USD2 miliar. Nilai pekerjaaan jauh lebih mahal dari penawaran LNGEU yang hanya sebesar USD504 juta.

"Kalau Wakil Presiden saja tidak didengar. Ya kami yang mewakili masyarakat harus mengungkap kasus ini dengan sebenarnya," kata dia.

Berdasarkan memo Jusuf Kalla nomor aa/WMP/6/2009 dsebutkan bahwa alokasi gas Donggi Senoro 100 persen ditujukan untuk domestik. Namun dalam perkembangannya hanya sekitar 25-30 persen yang dialokasikan untuk domestik dan sisanya diekspor.

Tidak hanya itu, Indonesian Coruption Watch (ICW) juga memproyeksikan, potensi kerugian negara akibat rendahnya harga jual gas Donggi-Senoro adalah USD4,589 miliar. Pendapat tersebut didasarkan atas asumsi harga jual gas JCC 70 per barel dengan harga gas USD6,16 per MMBTU.

"Padahal harga wajar menurut ICW USD8,4 per MMBTU," kata dia.

Lebih jauh dia menegaskan bahwa pembagunan proyek Donggi Senoro telah merugikan masyarakat setempat walapun telah melakukan CSR. Pasalnya, proyek tersebut tidak sebanding dengan kerusakan lingkungan yang dialami oleh lingkungan.

Eggy menegaskan, jika tidak ada tanggapan dari Presiden, maka KPK harus menginvestigasi tuntas proyek ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, kemajuan pengerjaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) proyek kilang Donggi Senoro hingga 25 Juni lalu sudah mencapai 89,9 persen atau lebih cepat dari rencana.

Demikian juga konstruksi fisik kilang, yang mulai dibangun sejak 2011 diperkirakan beroperasi dan memproduksi pada kuartal IV/2014. Sebentar lagi proyek ini akan diresmikan oleh Presiden SBY.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amankan Pasokan LNG,...
Amankan Pasokan LNG, PGN Sepakati Kontrak dengan Donggi-Senoro LNG
Gandeng Badak LNG, PGN...
Gandeng Badak LNG, PGN Kerja Sama Kembangkan Bisnis LNG
Teken PJB, Kayan LNG...
Teken PJB, Kayan LNG Bakal Pasok LNG untuk PGN
Dukung Transisi Energi,...
Dukung Transisi Energi, Pertagas Niaga dan Reethau Kerjasama Regasifikasi LNG di Kaltim
Sidang Fakta Perkara...
Sidang Fakta Perkara Impor LNG Tegaskan Hari Karyuliarto Tidak Terlibat Keputusan yang Dipersoalkan
Respons Diskusi KPK,...
Respons Diskusi KPK, Kuasa Hukum Hari Karyuliarto Tolak Narasi Kasus LNG.
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved