BNP Paribas kendalikan kemerosotan laba bersih

Rabu, 31 Juli 2013 - 17:05 WIB
BNP Paribas kendalikan...
BNP Paribas kendalikan kemerosotan laba bersih
A A A
Sindonews.com - Bank Perancis, BNP Paribas melaporkan penurunan laba bersih pada kuartal kedua (Q2) 2013 sebesar 4,7 persen. Meski demikian, hasil ini jauh lebih baik dari perkiraan analis.

Dilansir dari AFP, Rabu (31/7/2013), kinerja di unit investasi perbankan berkurang dalam skala besar, tetapi neraca dan likuiditas tetap kuat. Total laba bersih bank sebesar 1,76 miliar euro (USD2,34 miliar), sedangkan analis yang disurvei Dow Jones Newswires memperkirakan terjun 18,0 persen, menjadi 1,51 miliar euro.

Bank mengatakan, dalam iklim ekonomi yang masih sulit di Eropa kegiatan unit operasi telah bertahan stabil pada perbandingan 12 bulan. Laba bersih perbankan, ukuran kunci bagi bank yang menunjukkan perbedaan antara manfaat biaya deposan dan harga pinjaman, turun 1,8 persen menjadi 9,92 miliar euro.

Managing Director BNP Paribas, Jean-Laurent Bonnafe mengatakan, hasil keseluruhan mencerminkan ketahanan pendapatan di Eropa dan dinamika yang baik di pasar sangat berkembang, efisiensi operasi membaik serta biaya risiko tetap meskipun situasi ekonomi moderat.

Penjualan unit ritel perbankan naik 0,3 persen, tetapi hasil dilanda peningkatan biaya risiko di Italia sebesar 28,3 persen.

Pembagian kelola aset, asuransi dan kesejahteraan pribadi, laju pertumbuhan dalam kelompok, menunjukkan kenaikan 6,4 persen dalam keuntungan sebelum pajak setara dengan tahun lalu, terutama untuk kegiatan asuransi.

Tapi, investasi perbankan dan pendanaan merosot 38,7 persen terutama karena pengaruh tindakan de-leverage, atau mengurangi eksposur risiko kelompok.

Sejak krisis keuangan melanda, banyak bank membatasi kegiatan tersebut untuk mengurangi eksposur risiko mereka dan membantu memenuhi rasio peraturan yang sangat ketat dari modal inti terhadap risiko tertimbang.

Bank menuturkan sejalan program efisiensi yang diumumkan pada awal tahun, dimaksudkan untuk memotong biaya sebesar 2,0 miliar euro dalam satu tahun penuh pada 2015, biaya manajemen telah turun 0,7 persen. Dalam enam bulan pertama, program ini telah memotong biaya berulang sebesar 330 juta euro.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
39 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved