Tingkat pengangguran di Jerman terpaku 6,8%

Rabu, 31 Juli 2013 - 19:17 WIB
Tingkat pengangguran...
Tingkat pengangguran di Jerman terpaku 6,8%
A A A
Sindonews.com - Tingkat pengangguran di Jerman, ekonomi top Eropa pada Juli 2013 tetap stabil di angka 6,8 persen, lebih rendah setengahnya dari jumlah yang diderita negara zona euro.

Dilansir dari AFP, Rabu (31/7/2013), agen tenaga kerja federal Jerman mengatakan, hanya tujuh pekan untuk pergi sampai pemilihan nasional, jumlah pengangguran turun 7.000, mengutip angka disesuaikan dengan faktor musiman, sebagai snapshot lebih akurat tentang kesehatan pasar kerja.

Tingkat ini sesuai dengan perkiraan analis yang disurvei Dow Jones Newswires, tetapi mereka memperkirakan penurunan pengangguran lebih tajam sebanyak 12.000.

Dalam periode yang sama, pengangguran di zona euro juga bertahan stabil pada rekor 12,1 persen, karena stagnasi ekonomi dan efek korosif dari krisis utang yang terus membebani pasar kerja.

Data Jerman menandai kabar baik bagi Kanselir Angela Merkel, yang dalam jajak pendapat menunjukkan memiliki kesempatan kuat untuk memenangkan masa jabatan ketiga dalam pemilihan umum pada 22 September mendatang.

Dalam angka mentah, 2.914.000 orang pengangguran di Jerman bulan ini, lebih dari 49.000 pada Juni. Ini menghasilkan kenaikan 0,2 poin tingkat pengangguran menjadi 6,8 persen.

"Istrihat pada musim panas pengangguran mulai memimpin meningkat pada Juli," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Frank-Juergen Weise.

Dia mencatat, bahwa orang-orang muda setelah menyelesaikan sekolah atau magang mereka sementara sering mendaftar sebagai pengangguran, sehingga mendorong angka. Tapi, pertumbuhan ekonomi yang sehat di kuartal kedua memiliki efek positif knock-on. "Pasar tenaga kerja juga memiliki manfaat dari itu," ujarnya.

Sementara ekonom Eurozone, Johannes Gareis mengatakan, angka-angka menunjukkan kelancaran berlayar di depan meskipun terjadi penurunan permintaan ekspor Jerman.

"Pasar tenaga kerja Jerman menunjukkan sekali lagi, bahwa itu adalah sangat baik, meskipun pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) lamban pada triwulan pertama dan kemerosotan pada kuartal terakhir 2012," terangnya.

"Tingkat pengangguran yang dekat dengan angka rendah reunifikasi, kami berharap pasar tenaga kerja Jerman tetap solid untuk sisa tahun ini, mendukung permintaan domestik sebagai pendorong utama pertumbuhan, dengan latar belakang kinerja ekspor melemah karena pemulihan zona euro rapuh dan perlambatan global," tambahnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi Terbesar Eropa...
Ekonomi Terbesar Eropa Mandek, Berpotensi Jatuh dalam Resesi
12.000 Perusahaan Jerman...
12.000 Perusahaan Jerman Bangkrut dalam Enam Bulan, Terparah Satu Dekade
Ekonomi Jerman Jatuh...
Ekonomi Jerman Jatuh dalam Krisis Struktural, Eropa Goyah?
Alarm Bahaya, Krisis...
Alarm Bahaya, Krisis Ekonomi Jerman Semakin Dalam
Tanda Bahaya Ekonomi...
Tanda Bahaya Ekonomi Terbesar Eropa, Pengangguran Jerman Tertinggi dalam 10 Tahun
Kanselir Olaf Scholz:...
Kanselir Olaf Scholz: Jerman Butuh Lebih Banyak Imigran
Berita Terkini
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
7 menit yang lalu
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
25 menit yang lalu
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
1 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
11 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
12 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved