Tahun ini diprediksi tidak ada penambahan kuota BBM

Selasa, 13 Agustus 2013 - 18:26 WIB
Tahun ini diprediksi...
Tahun ini diprediksi tidak ada penambahan kuota BBM
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan tahun ini tidak ada penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal itu disebabkan karena penurunan konsumsi secara drastis pada semester pertama.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menuturkan, tahun ini negara akan terhindar dari krisis BBM seperti yang telah dialami tahun-tahun sebelumnya. Lantaran hasil laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) konsumsi premium menurun secara drastis jika dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun lalu.

"Biasanya satu semester itu sudah lewat, dari jatah setengah tahun ini di bawah 24 juta kl," kata Jero di sela acara halal bihalal di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (13/8/2013)

Dia menjelaskan, seharusnya kuota BBM bersubsidi sebesar 48 juta kiloliter akan habis selama satu tahun dan untuk setengah tahun atau satu semester berarti konsumsi sekitar 24 juta kl. Namun dalam realisasi konsumsi BBM bersubsidi justru konsumsi pada level sekitar 22 juta kiloliter hingga bulan juni 2013. "Sehingga ada margin kelebihan stok BBM sekitar 2 juta kl lebih," jelasnya.

Menurut dia, terjadinya penurunan konsumsi BBM bersubsidi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kenaikan harga BBM bersubsidi. Sehingga cenderung masyarakat melakukan hemat secara individu.

"Masyarakat kalau murah biasanya susah diajak berhemat, malas sekali. Saya juga dulu begitu sebelum jadi Menteri," ungkapnya.

Selain itu, faktor lainnya adalah dilakukan penghematan dengan melakukan pengendalian konsumsi BBM seperti sektor pertambangan mobil dinas dan industri yang tidak diperbolehkan mengkonsumsi BBM bersubsidi sebab itu pola konsumsi mampu ditekan tahun ini.

"Ada unsur penghematan, pengendalian diperketat. Kalau harga sudah dekat sama keekonomian yang mau menyelundup sudah berat," kata dia.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Andy Noersaman Someng berharap kondisi pola konsumsi masyarakat ini tetap terjaga. Sehingga tidak terjadi penambahan kuota BBM bersubsidi. "Kita berharap kondisi ini tetap sehingga tidak ada penambahan kuota semester ini," pungkas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
Kasus Penyalahgunaan...
Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Bareskrim: Pelaku Tampung dari Sejumlah SPBU
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Butuh Tambahan 6 Juta KL hingga Akhir 2022
Kuota BBM Pertalite...
Kuota BBM Pertalite Menipis, Tinggal Tersisa 4 Juta Kiloliter
Solar Subsidi di Natuna...
Solar Subsidi di Natuna Dinikmati Masyarakat Menengah ke Atas, Pengawasan Pertamina Dinilai Lemah
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved