Sore ini, rupiah ditutup makin terpuruk
Kamis, 15 Agustus 2013 - 16:05 WIB
Sore ini, rupiah ditutup makin terpuruk
A
A
A
Sindonews.com - Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari keempat pekan ini makin terpuruk seiring dengan memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Kamis (15/8/2013) berada di level Rp10.318 per USD, melemah 21 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp10.297 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah terdepresiasi sebanyak ke level Rp10.409 per USD pada penutupan sore ini. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup di level Rpp10.316 per USD, dengan kisaran harian Rp10.323-Rp10.350 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pergerakan rupiah hari ini dipicu menurunnya mata uang asing lainnya terhadap USD menyusul rilis pertumbuhan penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang positif.
Di samping itu, menurut dia, jika BI tidak menaikkan BI rate akan menyebabkan mata uang lokal makin terpuruk. "Pelemahan rupiah akan tetap tertekan karena tidak adanya daya tarik dalam memegang rupiah," ujarnya.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Kamis (15/8/2013) berada di level Rp10.318 per USD, melemah 21 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp10.297 per USD.
Sementara data Bloomberg mencatat bahwa kurs rupiah terdepresiasi sebanyak ke level Rp10.409 per USD pada penutupan sore ini. Sedangkan berdasarkan data yahoofinance, mata uang domestik ditutup di level Rpp10.316 per USD, dengan kisaran harian Rp10.323-Rp10.350 per USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, pergerakan rupiah hari ini dipicu menurunnya mata uang asing lainnya terhadap USD menyusul rilis pertumbuhan penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang positif.
Di samping itu, menurut dia, jika BI tidak menaikkan BI rate akan menyebabkan mata uang lokal makin terpuruk. "Pelemahan rupiah akan tetap tertekan karena tidak adanya daya tarik dalam memegang rupiah," ujarnya.
(rna)