Aktivitas konstruksi perumahan AS Juli naik moderat

Sabtu, 17 Agustus 2013 - 14:39 WIB
Aktivitas konstruksi...
Aktivitas konstruksi perumahan AS Juli naik moderat
A A A
Sindonews.com - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) melaporkan aktivitas konstruksi perumahan disesuaikan secara musiman naik moderat 5,9 persen, menjadi sebanyak 896.000 unit. Namun, kenaikan tersebut berada di bawah ekspektasi ekonom sebanyak 900.000 unit.

Izin untuk membangun rumah meningkat 2,7 persen pada Juli, ke kecepatan 943.000 unit. Sementara para ekonom memperkirakan ke kecepatan 945.000 unit.

"Ini tidak mengherankan mengingat naiknya suku bunga KPR. Saya pikir kita melihat sebuah situasi, di mana udara yang keluar dari pemulihan perumahan yang diberikan suku bunga KPR lebih tinggi," kata Michael Hanson, ekonom senior Bank of America Merrill Lynch di New York, seperti dilansir dari Daily Star, Sabtu (17/8/2013).

"Pada titik ini, keterjangkauan belum banyak berubah secara historis. Keterjangkauan perumahan tetap tinggi, namun fundamental kurang menguntungkan bagi pembeli baru daripada beberapa bulan lalu," tambahnya.

Suku bunga jangka panjang telah meningkat lebih dari satu persen selama tiga bulan terakhir, pada pandangan bahwa Fed akan segera memulai pemangkasan pembelian obligasi sebesar USD85 miliar per bulan, yang telah menjaga biaya pinjaman rendah dan merangsang ekonomi.

Namun, pada gilirannya mendorong kenaikan suku bunga KPR, yang mengancam beberapa kekuatan dari pemulihan perumahan yang telah mendukung harga lebih tinggi untuk lebih dari satu tahun

Para ekonom memperkirakan bank sentral AS akan mengumumkan rencana peruncingan stimulus pada pertemuan kebijakan bulan depan.

Data produksi industri, konstruksi perumahan dan pekerjaan pekan ini, telah melewatkan prakiraan pasar, yang dapat meredam ekspektasi kenaikan signifikan dalam pertumbuhan pada semester kedua tahun ini.

Ekonomi tumbuh pada tingkat hanya 1,4 persen pada semester pertama 2013, ditahan oleh kebijakan fiskal yang ketat.

Selain suku bunga KPR yang tinggi, angka konstruksi perumahan bulan lalu juga bisa menjadi cerminan kendala pasokan. Pembangun telah mengeluhkan kekurangan tenaga kerja dan bahan.

Namun, pembangunan rumah tetap memiliki landasan yang kuat dan kembali harus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Meskipun konstruksi perumahan hanya menyumbang sekitar 3,1 persen dari produk domestik bruto (PDB), perumahan memiliki jangkauan yang lebih luas dalam perekonomian. Analis memperkirakan, bahwa untuk setiap rumah keluarga tunggal yang dibangun, setidaknya tiga pekerjaan selama setahun tercipta.

Para ekonom berharap, rata-rata perumahan bulanan untuk seluruh 2013 di atas 1 juta.

Bulan lalu, terobosan untuk rumah keluarga tunggal, segmen terbesar dari pasar, turun 2,2 persen menjadi 591.000 unit, level terendah sejak November tahun lalu.

Pembangunan rumah multifamily melonjak 26 persen ke tingkat 305.000 unit, membalikkan penurunan dari bulan sebelumnya. Izin untuk rumah multifamily naik 12,6 persen ke tingkat 330.000 unit. Sementara izin untuk rumah keluarga tunggal turun 1,9 persen menjadi 613.000 unit.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
20 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved