Diserang tekanan jual, IHSG ambruk ke 4.313
Senin, 19 Agustus 2013 - 15:59 WIB
Diserang tekanan jual, IHSG ambruk ke 4.313
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari pertama pekan ini berakhir ambruk 255,14 poin atau 5,58 persen ke level 4.313,52 akibat tekanan jual asing.
Adapun, level intraday tertinggi berada pada posisi 4.536,14, sedangkan terendah di level 4.310,69. Pelemahan sore ini merupakan yang paling dalam ddibanding Bursa kawasan Asia lainnya.
Pelemahan terjadi sejak pagi tadi, yang dibuka kembali melemah 34,34 poin atau 0,75 persen ke level 5.532,11. Pelemahan bertambah parah pada akhis sesi I, dimana IHSG terjungkal 175,34 poin atau 3,84 persen ke level 4.393,31.
Sementara pada perdagangan hari terakhir pekan lalu, IHSG ditutup longsor 116,48 poin atau 2,49 persen ke level 4.568,65.
Indeks LQ45 sore ini anjlok 50,77 poin atau 6,69 persen ke level 708,09. Bursa kawasan Asia mayoritas mendarat di zona merah.
Indeks Shanghai naik 17,15 atau 0,83 persen ke 2.085,60; Hang Seng turun 54,11 poin atau 0,24 persen ke 22.463,70; Nikkei 225 naik 108,02 poin atau 0,79 persen ke 13.758,13 dan Straits Times turun 25,27 atau 0,80 persen ke 3.172,90.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,58 triliun dan volume perdagangan 4,3 miliar lembar saham, dengan transaksi jual asing mencapai Rp1,78 triliun. Tercatat hanya 20 saham menguat, 308 saham melemah dan 43 saham stagnan.
Indeks sektor seluruhnya melemah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor industri dasar, yang ambles 7,34 persen, diikuti properti yang anjlok 6,47 persen dan keuangan turun 6,22 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat Rp50 ke level Rp7.100, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menguat Rp10 ke level Rp930 dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menguat Rp150 ke level Rp5.350.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah Rp650 ke level Rp7.150, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp3.050 ke Rp40.400 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah Rp750 ke level Rp10.600.
Adapun, level intraday tertinggi berada pada posisi 4.536,14, sedangkan terendah di level 4.310,69. Pelemahan sore ini merupakan yang paling dalam ddibanding Bursa kawasan Asia lainnya.
Pelemahan terjadi sejak pagi tadi, yang dibuka kembali melemah 34,34 poin atau 0,75 persen ke level 5.532,11. Pelemahan bertambah parah pada akhis sesi I, dimana IHSG terjungkal 175,34 poin atau 3,84 persen ke level 4.393,31.
Sementara pada perdagangan hari terakhir pekan lalu, IHSG ditutup longsor 116,48 poin atau 2,49 persen ke level 4.568,65.
Indeks LQ45 sore ini anjlok 50,77 poin atau 6,69 persen ke level 708,09. Bursa kawasan Asia mayoritas mendarat di zona merah.
Indeks Shanghai naik 17,15 atau 0,83 persen ke 2.085,60; Hang Seng turun 54,11 poin atau 0,24 persen ke 22.463,70; Nikkei 225 naik 108,02 poin atau 0,79 persen ke 13.758,13 dan Straits Times turun 25,27 atau 0,80 persen ke 3.172,90.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,58 triliun dan volume perdagangan 4,3 miliar lembar saham, dengan transaksi jual asing mencapai Rp1,78 triliun. Tercatat hanya 20 saham menguat, 308 saham melemah dan 43 saham stagnan.
Indeks sektor seluruhnya melemah, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor industri dasar, yang ambles 7,34 persen, diikuti properti yang anjlok 6,47 persen dan keuangan turun 6,22 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menguat Rp50 ke level Rp7.100, PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menguat Rp10 ke level Rp930 dan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menguat Rp150 ke level Rp5.350.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, diantaranya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah Rp650 ke level Rp7.150, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp3.050 ke Rp40.400 dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) melemah Rp750 ke level Rp10.600.
(rna)
Lihat Juga :