Krisis gas industri di Sumut segera berakhir

Kamis, 22 Agustus 2013 - 14:37 WIB
Krisis gas industri...
Krisis gas industri di Sumut segera berakhir
A A A
Sindonews.com - Pertamina EP menargetkan mulai September 2013, produksi gas lapangan Benggala Pangkalan Susu di Tanjung Jati, Binjai, Sumatera Utara (Sumut) segera mengalir, sehingga krisis pasokan gas untuk kebutuhan industri segera berakhir.

Assisten Manajer Legal and Relation Pangkalan Susu Field Pertamina EP Daniel Munthe mengatakan, krisis gas di Sumatera Utara sudah berlangsung cukup lama menyusul habisnya pasokan Glagah Kambuna yang lebih cepat dari perkiraan.

Karena itu, lanjut dia, anak perusahaan PT Pertamina (persero) di sektor hulu migas mempercepat produksi lapangan Benggala untuk menopang kelangkaan gas industri Sumut.

"Ini kan ada target percepatan poduksi atau POP (put on production) agar secepatnya mengalir," kata dia di sela-sela meninjau lokasi lapangan gas Benggala di Binjai, Sumatera Utara, Kamis (22/8/2013).

Dia menjelaskan, produksi lapangan Benggala sekitar 4,5 million standard cubic feet per day (MMSCFD) akan memberikan dampak positif pelaku industri di Sumut. Namun, besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke provinsi, daerah penghasil dan kabupaten merupakan wewenang dari Kementerian Keuangan.

"Tapi yang perlu dilihat adalah dampak baiknya bagi masyarat dan industri," tuturnya.

Di tempat yang sama, Humas Pertamina EP Frans Hukom menambahkan, selain Benggala 1, Pertamina EP juga akan mengembangkan lapangan Benggala II dan III. Rencananya, tahun depan sudah mulai eksplorasi.

"Melihat kesuksesan Benggala I. Nanti kita ajukan budget ke SKK Migas, menunggu awal tahun agar segera bisa di-approve," jelasnya.

Diakuinya, pengembangan lapangan migas sering terhambat perizinan terkait pembebasan lahan. Prosesnya sering menghambat Pertamina dalam melakukan pengembangan.

"Seperti lapangan Benggala ini. Jalur pipa gas kan melewati beberapa instansi seperti PT KAI dan PTPN. Hingga sekarang belum sepakat mereka, terutama PTPN masin belum terjalin kata sepakat," kata dia.

Sebelumnya dikabarkan bahwa ancaman kekurangan pasokan gas industri di Sumut telah membuat lima perusahaan besar di wilayah tersebut gulung tikar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Deretan Gergasi Migas...
Deretan Gergasi Migas Asing yang Tak Betah di Indonesia
Status SKK Migas Jadi...
Status SKK Migas Jadi BUMN Khusus Menguat
Intip Strategi Mengejar...
Intip Strategi Mengejar Target Investasi Migas di Tengah Pandemi
Tantangan Besar Industri...
Tantangan Besar Industri Migas
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Geo Opti Oilfield Services...
Geo Opti Oilfield Services Curi Perhatian Profesional Migas di Ajang IPA Convex 2025
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved