Harga kedelai naik, pengusaha tempe kurangi produksi

Jum'at, 23 Agustus 2013 - 13:17 WIB
Harga kedelai naik,...
Harga kedelai naik, pengusaha tempe kurangi produksi
A A A
Sindonews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah mulai dirasakan masyarakat, khususnya perajin tahu dan tempe di Banjarnegera, Jawa Tengah (Jateng). Di mana harga kedelai impor yang melonjak membuat para perajin terpaksa mengurangi jumlah produksi hinga setengah kwintal dan memperkecil ukuran.

Siswandi, warga Desa Ampel Sari, Banjarnegara Jateng yang memiliki usaha pembuatan tempe, saat ini harus memutar otak akibat harga kedelai yang mahal.

Menurutnya, harga kedelai impor di Banjarnegara saat ini mencapai Rp9 ribu per kilogram (kg) atau naik dari sebelumnya yang hanya Rp8.300 per kg. Agar tidak merugi akibat terus melonjaknya harga kedelai, saat ini dia memilih mengurangi jumlah produksi tempe.

"Sebelumnya bisa menghabiskan kedelai 2 kwintal per hari, namun saat ini hanya memproduksi 1,5 kwintal tempe per hari," katanya, Jumat (23/8/2013).

Selain mengurangi jumlah produksi, para perajin juga terpaksa memperkecil ukuran tempe dari biasanya mencapai panjang 20 centimeter, kini hanya 18 centimeter. Hal ini terpaksa dilakukan karena pedagang tidak bisa menaikan harga, hawatir di tinggal pembeli.

Para perajin tempe mengaku, meski ukuran di perkecil, mereka tetap belum bisa meraup untung. Hasil penjualan hanya cukup untuk biaya produksi dan membayar karyawan.

Para perajin hanya berharap nilai tukar rupiah kembali menguat sehingga harga kedelai impor di pasaran bisa kembali normal.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
12 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
39 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
51 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved