Harga emas global menuju USD1.400

Senin, 26 Agustus 2013 - 14:43 WIB
Harga emas global menuju...
Harga emas global menuju USD1.400
A A A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan dunia naik tipis, sebagian besar dibangun antisipasi langkah Federal Reserve AS (Fed) yang mungkin akan menunda pengurangan kebijakan stimulus moneter. Sementara, data pekan lalu menunjukkan rekor inflow harian untuk pertukaran produk emas yang diperdagangkan.

Dilansir dari Market Watch, Senin (26/8/2013), emas untuk pengiriman Desember GCZ3 +0.12 persen naik 10 sen menjadi USD1.395 per ounce di perdagangan elektronik, dengan sisa harga kontrak teraktif berada pada tingkat tertinggi sejak 6 Juni (menurut data FactSet). Sementara ekonom yang disurvei Market Watch memperkirakan penurunan sebesar 4,9 persen.

Analis Barclays mengatakan, produk yang diperdagangkan di bursa mencatat inflow harian terbesar sejak 1 Januari, pada Jumat (23/8/2013) lalu, sebesar 5,8 ton, dengan kepemilikan SPDR Gold Trust GLD 1,57 persen meningkat sebesar 6,6 ton.

"Arus untuk month-to-date tetap negatif di 17 ton, tapi kecepatan arus telah menunjukkan tanda-tanda melambat karena pasar ekuitas melemah dan harga telah meningkat, yang berarti ETPS merugi lebih sedikit," kata analis di Barclays.

"Logam pada Jumat, naik USD25 atau 1,8 persen di divisi Comex New York Mercantile Exchange, merespon data lemah penjualan rumah baru di AS pada Juli, yang mungkin menjadi perhatian Fed. Dan, ini mendukung harga emas," kata analis pasar CMC Markets, Ric Spooner.

Reli pada Jumat menghasilkan keuntungan 1,9 persen untuk emas pada keseluruhan pekan lalu. Namun, emas secara year-to-date tetap lebih rendah, meskipun kerugian telah dikupas sampai 17 persen, sebagian karena short-covering.

Di tempat lain, pengiriman perak untuk September SIU3 +1,88 persen tertempel di 39 sen, atau 1,6 persen ke USD24,13 per ounce, menambah kenaikan pekan lalu sebesar 1,8 persen.

Tembaga untuk September HGU3 +0,87 persen naik 3 sen atau 0,9 persen, menjadi USD3,38 per pon. Di mana pekan lalu turun 0,4 persen.

Paladium untuk September PAU3 +0,52% dijemput USD2,65 atau 0,4 persen, ke USD753,50 per ounce, sedikit memotong penurunan 1,6 persen pekan lalu.

Namun, platinum untuk Oktober PLV3 +0.10% turun USD1,30 atau 0,1 persen, menjadi USD1,540.30 per ounce. Di mana pekan lalu lebih tinggi sebesar 0,9 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
32 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved