Rupiah di level Rp11.283/USD
Rabu, 28 Agustus 2013 - 09:24 WIB
Rupiah di level Rp11.283/USD
A
A
A
Sindonews.com - Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pagi hari ini masih berada di kisaran Rp11.000/USD.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.30 WIB, kurs rupiah berada di Rp11.283/USD. Sementara sore kemarin, rupiah berada di level Rp11.337/USD.
Adapun data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp10.908/USD, melemah 60 poin dibanding hari kemarin di level Rp10.848/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, belum adanya sentimen positif membuat laju rupiah pda perdagangan hari ketiga pekan ini masih tetap terdepresiasi. Menurut dia, pro dan kontra terkait melemahnya rupiah membuat laju rupiah variatif disertai dengan aksi lepas posisi.
"Saya perkirakan rupiah akan berada pada rentang harian 10.778-10.915," prediksi Reza, Rabu (28/8/2013).
Dia menjelaskan, adanya penilaian dari DPR bahwa terus melemahnya nilai tukar ini, bukan hanya karena neraca berjalan yang defisit tetapi juga ada faktor spekulan mata uang dan pernyataan MenKeu bahwa ekonomi Indonesia saat ini memang dalam kondisi tidak biasa, namun belum krisis juga belum dapat mengubah arah rupiah.
Meski demikian, dia menjelaskan, laju USD sedang mengalami pelemahan, terutama terhadap yen dan euro terkait rencana pemerintahan AS untuk invasi militer ke Suriah sehingga menambah ketidakpastian selain masalah tappering stimulus The Fed.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.30 WIB, kurs rupiah berada di Rp11.283/USD. Sementara sore kemarin, rupiah berada di level Rp11.337/USD.
Adapun data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp10.908/USD, melemah 60 poin dibanding hari kemarin di level Rp10.848/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, belum adanya sentimen positif membuat laju rupiah pda perdagangan hari ketiga pekan ini masih tetap terdepresiasi. Menurut dia, pro dan kontra terkait melemahnya rupiah membuat laju rupiah variatif disertai dengan aksi lepas posisi.
"Saya perkirakan rupiah akan berada pada rentang harian 10.778-10.915," prediksi Reza, Rabu (28/8/2013).
Dia menjelaskan, adanya penilaian dari DPR bahwa terus melemahnya nilai tukar ini, bukan hanya karena neraca berjalan yang defisit tetapi juga ada faktor spekulan mata uang dan pernyataan MenKeu bahwa ekonomi Indonesia saat ini memang dalam kondisi tidak biasa, namun belum krisis juga belum dapat mengubah arah rupiah.
Meski demikian, dia menjelaskan, laju USD sedang mengalami pelemahan, terutama terhadap yen dan euro terkait rencana pemerintahan AS untuk invasi militer ke Suriah sehingga menambah ketidakpastian selain masalah tappering stimulus The Fed.
(rna)