Menperin: 1.000 perusahaan diberi insentif padat karya

Rabu, 28 Agustus 2013 - 12:55 WIB
Menperin: 1.000 perusahaan...
Menperin: 1.000 perusahaan diberi insentif padat karya
A A A
Sindonews.com - Menteri Perindustrian (Menperin), MS Hidayat mengungkapkan, sekitar 1.000 perusahaan sepakat membuat statement dengan pemerintah agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam kondisi ekonomi seperti saat ini.

"Pasti mencapai 1.000, perusahaan tekstilnya saja ratusan," ujar Hidayat di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Selain itu, dia juga mengemukakan bahwa statement tersebut disepakati perusahaan yang mendapatkan insentif padat karya pemerintah dengan kemudahan.

Menurutnya, kemudahan tersebut yaitu industri akan mendapatkan fasilitas pengurangan besaran pajak penghasilan pasal 25 dan penundaan pembayaran pajak pasal 29 atau biasa disebut insentif padat karya tersebut.

"Dengan fasilitas ini, industri akan dapat cash flow karena dia bisa terhutang sampai Juni. Kedua, kita juga upayakan upah itu jadi sesuai dengan kekuatan dia," jelas Hidayat.

Meski belum memikirkan sanksinya, Hidayat tidak risau jika industri padat karya berbuat curang dengan melakukan PHK pada pekerjanya. Pasalnya aturan ini berkekuatan hukum.

"Saya meminta dia mau buat statement secara hukum kalau dia berjanji tidak akan melakukan PHK apabila menerima fasilitas cicilan pembayaran PPh. Jadi yang seperti itu enggak usah diumumkan," pungkas Menperin.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Headwind Ekonomi Global...
Headwind Ekonomi Global 2024 Masih Akan Besar, Jaga Fiskal Tetap Sehat Jadi PR
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Fraksi PAN Berikan Pandangan...
Fraksi PAN Berikan Pandangan Kebijakan Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2021
Pledoi Industri Rokok...
Pledoi Industri Rokok atas Tekanan Kebijakan Pemerintah
Belanja Perpajakan RI...
Belanja Perpajakan RI Tembus Rp323,5 Triliun di 2022, Berikut Rinciannya
Kebijakan Fiskal atau...
Kebijakan Fiskal atau Moneter ?
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
8 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
8 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
9 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
9 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
10 jam yang lalu
Infografis
Prabowo Bakal Ungsikan...
Prabowo Bakal Ungsikan 1.000 Warga Palestina ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved