Kemenkeu belum pikirkan paket stimulus infrastruktur

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 11:57 WIB
Kemenkeu belum pikirkan...
Kemenkeu belum pikirkan paket stimulus infrastruktur
A A A
Sindonews.com - Disinggung mengenai tidak adanya program infrastruktur dalam paket kebijakan ekonomi pemerintah, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mempunyai argumen tersendiri.

Dia menyebut pemerintah akan lebih fokus membenahi neraca pembayaran dan menjaga daya beli masyarakat karena urgensinya saat ini berkaitan dengan melemahnya rupiah.

"Sekarang kita lebih fokus dorong investasi, mengendalikan impor, mendorong ekspor dan lebih penting adalah menjaga supaya daya beli masyarakat membaik," ujar Bambang di Hotel Four Seasons, Jumat (30/8/2013).

Dia juga merinci sebagai pemangku otoritas fiskal, Kementerian Keuangan akan mendukung perluasan pembangunan infrastruktur dengan dua cara.

"Pertama, dukungan fiskal atau yang biasa disebut Viability Gap Fund (VGF). tujuannya agar APBN membantu swasta dalam konstruksi. Itu yang namanya dukungan fiskal," lanjut Bambang.

Bambang menyaratkan VGF harus diarahkan kepada proyek infrastruktur yang nilai sosialnya tinggi dan bukan nilai komersil.

"Misalnya proyek air minum. Itu kan nuansa sosial yang kebutuhan publiknya tinggi, dibandingkan pembangkit listrik dan jalan tol yang komersialnya lebih tinggi," terangnya.

Kedua, lanjut Bambang, jaminan pemerintah terutama jaminan risiko politik agar tidak ada lagi proyek yang dibatalkan dengan alasan pergantian pemimpin.

"Pemda misalnya, berganti pemimpin proyek dibatalkan. Itu kan kerugian di swasta. Nah, ini pemerintah berikan jaminan, tapi tidak jaminan keseluruhan tapi lebih ke political risk," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Headwind Ekonomi Global...
Headwind Ekonomi Global 2024 Masih Akan Besar, Jaga Fiskal Tetap Sehat Jadi PR
Fraksi PAN Berikan Pandangan...
Fraksi PAN Berikan Pandangan Kebijakan Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2021
Pledoi Industri Rokok...
Pledoi Industri Rokok atas Tekanan Kebijakan Pemerintah
Kebijakan Fiskal atau...
Kebijakan Fiskal atau Moneter ?
Belanja Perpajakan RI...
Belanja Perpajakan RI Tembus Rp323,5 Triliun di 2022, Berikut Rinciannya
Peran Yuan China Dalam...
Peran Yuan China Dalam Tata Keuangan Dunia Baru
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
Wilayahnya Berdekatan,...
Wilayahnya Berdekatan, Negara-negara Ini Belum Serang Israel di 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved