Rupiah dibuka menguat
Senin, 02 September 2013 - 09:11 WIB
Rupiah dibuka menguat
A
A
A
Sindonews.com - Posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari perdana bulan kesembilan tahun ini dibuka menguat.
Data yahoofinance mencatat bahwa mata uang domestik berada di Rp10.915/USD dengan kisaran Rp10.915/USD. Posisi ini menguat 10 poin dibanding Jumat (30/8/2013) di Rp10.925/USD.
Sementara Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp10.918/USD, menguat 10 poin dibanding perdagangan hari terakhir pekan lalu yang berada di level Rp10.928/USD.
Adapun, data Bloomberg pukul 09.10 WIB ini mencatat rupiah berada di level Rp11.247/USD, melemah bila dibanding akhir pekan kemarin di level Rp11.184/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, rupiah masih menunjukkan penguatannya. Hal tersebut dipicu dinaikkannya BI rate, sehingga memberikan dampak positif secara psikologis terhadap rupiah.
Namun, adanya sentimen positif tersebut sedikit terhalangi oleh data penguatan ekonomi Amerika Serikat (AS) pasca dirilis penurunan klaim pengangguran yang disertai dengan peningkatan GDP growth rate QoQ.
"Sehingga penguatan data-data tersebut maka ekspektasi pengurangan stimulus kian besar," kata dia, Senin (2/9/2013).
Selain itu, pelaku pasar juga sedikit menahan diri jelang penutupan seiring dengan akan dirilisnya inflasi pada awal minggu September. Sentimen lainnya, akan ada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia pada Kamis (12/9/2013) dan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) (19/9/2013).
Hari ini, dia memperdiksi rupiah akan berada di pada rentang harian Rp10.880-Rp10.948 berdasarkan kurs tengah BI.
Data yahoofinance mencatat bahwa mata uang domestik berada di Rp10.915/USD dengan kisaran Rp10.915/USD. Posisi ini menguat 10 poin dibanding Jumat (30/8/2013) di Rp10.925/USD.
Sementara Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp10.918/USD, menguat 10 poin dibanding perdagangan hari terakhir pekan lalu yang berada di level Rp10.928/USD.
Adapun, data Bloomberg pukul 09.10 WIB ini mencatat rupiah berada di level Rp11.247/USD, melemah bila dibanding akhir pekan kemarin di level Rp11.184/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada memprediksi, rupiah masih menunjukkan penguatannya. Hal tersebut dipicu dinaikkannya BI rate, sehingga memberikan dampak positif secara psikologis terhadap rupiah.
Namun, adanya sentimen positif tersebut sedikit terhalangi oleh data penguatan ekonomi Amerika Serikat (AS) pasca dirilis penurunan klaim pengangguran yang disertai dengan peningkatan GDP growth rate QoQ.
"Sehingga penguatan data-data tersebut maka ekspektasi pengurangan stimulus kian besar," kata dia, Senin (2/9/2013).
Selain itu, pelaku pasar juga sedikit menahan diri jelang penutupan seiring dengan akan dirilisnya inflasi pada awal minggu September. Sentimen lainnya, akan ada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan Bank Indonesia pada Kamis (12/9/2013) dan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) (19/9/2013).
Hari ini, dia memperdiksi rupiah akan berada di pada rentang harian Rp10.880-Rp10.948 berdasarkan kurs tengah BI.
(rna)