Harga emas dunia menguat setelah jatuh tiga hari

Selasa, 03 September 2013 - 14:16 WIB
Harga emas dunia menguat...
Harga emas dunia menguat setelah jatuh tiga hari
A A A
Sindonews.com - Harga emas diperdagangan dunia sedikit menguat setelah jatuh selama tiga hari, karena para investor melihat prospek pengurangan stimulus moneter AS.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (3/9/2013), spot emas diperdagangkan di angka USD1,391.93 per ounce, pada 02.24 di Singapura, setelah menyentuh USD1,373,38 kemarin, terendah sejak 23 Agustus.

Harga sempat jatuh dari level tertinggi dalam tiga bulan sebesar USD1,433.83 per ounce pada 28 Agustus, menanggapi tanda-tanda penundaan serangan AS terhadap Suriah, dan membaiknya data ekonomi AS yang dapat memicu spekulasi Federal Reserve (Fed) pengurangan pembelian obligasi bulanan USD85 miliar.

Emas telah melemah 17 persen tahun ini, karena bullion kehilangan dukungan investor dan dolar menguat . The Bloomberg Indeks Dollar menyentuh level tertinggi enam pekan sebelum data menunjukkan produksi pabrik AS meningkat pada Agustus.

Pejabat Fed akan memotong jumlah pembelian aset bulanan, program yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif (quantitative easing/QE) pada 17-18 September, menurut 65 persen ekonom dalam survei bulan lalu .

"Kami mempertahankan pandangan yang cukup pesimis untuk emas sebagai hasil dari peningkatan probabilitas untuk jadwal akhir QE," kata analis Morgan Stanley, yang dipimpin Adam Longson.

"Pasar emas kehabisan tenaga setelah aksi militer AS (terhadap Suriah) tampaknya akan tertunda," tambahnya.

Emas ditutup kenaikan bulanan back- to-back pertama dalam setahun pada Agustus karena gejolak di Timur Tengah yang memicu permintaan haven. Presiden AS Barack Obama sedang mencari dukungan dari Kongres sebelum memerintahkan penyerangan terhadap Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil.

Emas untuk pengiriman Desember turun 0,3 persen dari harga settlement pada 30 Agustus menjadi USD1,391.50 per ounce di Comex di New York. Lantai perdagangan ditutup kemarin, terkait libur Hari Buruh, dan transaksi kemarin akan dibukukan pada perdagangan hari ini.

Perak turun 0,1 persen menjadi USD24,11 per ounce, setelah naik 2,6 persen kemarin, terbesar sejak 23 Agustus, merespon data manufaktur China yang naik ke level tertinggi dalam 16 bulan dan angka di wilayah Zona Euro melebihi perkiraan ekonom.

Sementara platinum naik 0,2 persen menjadi USD1,522.50 per ounce, dan paladium meningkat 0,5 persen menjadi USD718,38 per ounce .
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
8 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
46 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
57 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved