IHSG diprediksi berpotensi menguat

Senin, 09 September 2013 - 08:16 WIB
IHSG diprediksi berpotensi...
IHSG diprediksi berpotensi menguat
A A A
Sindonews.com - Periode 9-10 hari ke depan adalah periode krusial karena pasar akan dihadapkan dengan dua keputusan penting dari Amerika Serikat (AS), sehingga berpotensi mengguncang pasar modal Tanah Air.

"Pertama adalah soal keputusan The Fed atas paket stimulus, dimana Saya memperkirakan The Fed berpeluang mengurangi jumlah pembelian obligasi jangka pendeknya sekitar USD20-30 miliar menjadi USD65-55 miliar per bulan," ujar Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Senin (9/9/2013).

Keputusan kedua, lanjut Edwin adalah rencana serangan militer AS ke Suriah. Tentunya jika terjadi harga minyak mentah dunia akan terbang dan USD akan menguat karena pelaku pasar akan mencari flight to quality currency di masa tidak menentu seperti itu.

"Jika serangan militer ke Suriah terjadi, maka harga minyak mentah dunia (Brent crude lebih dekat dengan harga ICP) bisa mencapai USD120/barel, dimana kenaikan harga minyak bisa semakin memperbesar defisit neraca perdagangan Januari-Juli mencapai USD5,65 miliar," sambung Edwin.

Pelebaran defisit ini sendiri, lanjut dia, terjadi lantaran besarnya angka impor migas yang mencapai USD4,1 miliar per akhir Juli. Naiknya harga minyak mentah tersebut dikombinasikan dengan pelemahan rupiah akan makin membahayakan anggaran dan Septaper effect yang akan di-announce sekitar 17-18 September 2013.

Jika tapering tersebut dikeluarkan, apakah Indonesia mampu bertahan jika dana asing keluar, dimana saja tahun terakhir saja sekitar USD50 miliar hot money masuk ke pasar finansial lokal. Ini terjadi sejak The Fed menggelontorkan dana stimulus (quantitave easing) hingga sekitar USD2 triliun.

"Skenario lebih besar lagi, jika dana asing yang tercatat PT KSEI akhir Juli 2013 mencapai Rp1.640 triliun (USD164 miliar) dan Dana asing di Surat Berharga Negara (SBN) per 22 Agustus 2013 mencapai Rp287,5 triliun (USD28 miliar), sehingga secara total dana asing berjumlah USD192 miliar tiba-tiba keluar dari Indonesia, apakah Indonesia kuat menghadapi hal tersebut," tuturnya.

Kendati demikian, IHSG pada perdagangan hari ini diprediksi menguat, dengan rentang harian terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak pada kisaran 4.032-4.112.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipompa Penguatan 193...
Dipompa Penguatan 193 Saham, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.116
Ditutup di Zona Merah,...
Ditutup di Zona Merah, IHSG Turun 14 Poin ke Level 6.112
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menyusut Terseret Pelemahan 142 Saham
Berakhir Perkasa, Ini...
Berakhir Perkasa, Ini 9 Fakta IHSG Dalam Sepekan
IHSG Diperkirakan Bergerak...
IHSG Diperkirakan Bergerak Tertahan di Kisaran Level 5.016-5.202
IHSG Bertahan Menghijau,...
IHSG Bertahan Menghijau, Melesat 48 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved