Harga emas di perdagangan dunia jatuh

Senin, 09 September 2013 - 12:52 WIB
Harga emas di perdagangan...
Harga emas di perdagangan dunia jatuh
A A A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan dunia kembali jatuh, memperpanjang kerugian selama dua pekan, karena investor menimbang prospek penurunan stimulus AS.

Emas untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,5 persen menjadi USD1.385,50 per ounce, dan diperdagangkan USD1.387,99 per ounce pada pukul 12.39 di Singapura.

Harga logam sempat naik 1,8 persen pada 6 September lalu, terbesar sejak 22 Agustus, setelah pengusaha AS menambah pekerjaan lebih sedikit dari yang diperkirakan pada Agustus, pengupasan kerugian menjadi 0,2 persen.

Emas telah kehilangan 17 persen tahun ini, di tengah perkiraan Federal Reserve (Fed) akan mengurangi pelonggaran kuantitatif (QE) pada bulan ini. Para ekonom memperkirakan pejabat Fed akan mempersempit program pembelian obligasi bulanan USD85 miliar per bulan, sebesar USD10 miliar pada pertemuan 17-18 September mendatang.

"Laporan pekerjaan di belakang perkiraan, tidak mengubah pandangan bahwa The Fed kemungkinan besar akan memulai penarikan QE pekan depan," jelas Sun Yonggang, analis ekonomi makro Everbright Futures Co, Shanghai, seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (9/9/2013).

"Permintaan di Asia sudah cukup baik. Permintaan investasi fisik, telah membuat harga tawar lebih baik," tambahnya.

Di China, volume spot emas dengan kemurnian 99,99 persen naik menjadi 12.553 kilogram pada 6 September, tertinggi sejak 22 Agustus, berdasarkan data Shanghai Emas Exchange.

Sementara holdings di SPDR Gold Trust, produk terbesar yang diperdagangkan di bursa emas, tidak berubah untuk hari ketiga pada 6 September, di angka 919,23 metrik ton.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramalan Goldman Sachs:...
Ramalan Goldman Sachs: Harga Emas Bakal Sentuh USD4.900 di 2026
Bappebti Dorong Transaksi...
Bappebti Dorong Transaksi Fisik Emas Secara Digital
Dear Investor! Tren...
Dear Investor! Tren Naiknya Harga Emas Diyakini Berlanjut di 2021
Pasar Emas Menggeliat,...
Pasar Emas Menggeliat, Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9%
Purbaya Bakal Putuskan...
Purbaya Bakal Putuskan Bea Keluar Emas hingga 15 Persen, PMK Hampir Rampung
Penjualan Komoditas...
Penjualan Komoditas Berjangka Emas Tumbuh di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
22 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
51 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved