Pemda diminta tambah anggaran untuk dewan pengupahan

Jum'at, 13 September 2013 - 18:58 WIB
Pemda diminta tambah...
Pemda diminta tambah anggaran untuk dewan pengupahan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah daerah (Pemda) diminta memberikan tambahan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membantu Dewan Pengupahan Daerah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Tambahan anggaran itu diharapkan dapat memperkuat kinerja dewan pengupahan dalam persiapan menjelang pembahasan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2014 yang akan direkomendasikan kepada Gubernur sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan UMP di wilayahnya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar mengatakan, adanya permintaan tambahan anggaran bagi dewan pengupahan daerah itu merupakan salah satu hasil rekomendasi dari pertemuan forum dewan pengupahan awal bulan ini.

"Salah satu hasil dari pertemuan forum dewan pengupahan daerah adalah penguatan dewan pengupahan melalui penambahan anggaran daerah bagi dewan pengupahan. Ini harus menjadi perhatian penting bagi pimpinan pemda," kata dia dalam rilisnya, Jumat (13/9/2013).

Menurutnya, hasil rekomendasi forum pengupahan daerah lainnya adalah survei kebutuhan hidup layak (KHL) harus segera dipersiapkan dengan melibatkan pemangku kepentingan lain khususnya BPS.

"Sementara hal penting lainnya adalah gubernur dan kepala daerah lainnya diharapkan untuk betul-betul memanfaatkan rekomendasi Dewan Pengupahan Daerah jadi keputusan upah di daerah tersebut," kata Muhaimin.

Pembahasan penetapan upah minimum tahun depan harus dipersiapankan dengan matang. Karena itu, Pemda harus benar-benar memperkuat kelembagaan Dewan Pengupahan di wilayahnya.

Dia mengatakan, dalam pembahasan UMP/UMK di tingkat Dewan Pengupahan, semua unsur terkait harus menyampaikan aspirasi dan keinginannya. Para pekerja melalui perwakilan serikat pekerja dapat menyampaikan usulannya. begitu juga dengan para pengusaha.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
44 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved