Keputusan The Fed buat Dow dan S&P cetak rekor

Kamis, 19 September 2013 - 08:38 WIB
Keputusan The Fed buat...
Keputusan The Fed buat Dow dan S&P cetak rekor
A A A
Sindonews.com - Dua indeks utama di Bursa Wall Street pada Rabu waktu setempat ditutup reli menuju rekor tertinggi setelah The Fed memutuskan mempertahankan paket stimulus moneternya.

Bursa saham bergerak melemah sebelum pengumuman mengejutkan dari The Fed, namun setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tersebut menyatakan akan melanjutkan pembelian obligasi sebesar USD85 miliar/bulan, indeks Dow Jones dan S&P 500 melompat ke level tertinggi sepanjang masa.

Di tengah menguatnya pasar saham, The Fed menyatakan keprihatinannya mengenai pertumbuhan ekonomi AS ke depannya dengan anggaran dan pinjaman yang terbatas.

Mayoritas pelaku pasar mengharapkan Bank Sentral AS melakukan pemangkasan stimulu moneter sekitar USD10 miliar menjadi USD75 miliar/bulan.

"Tanpa pemangkasan, pasar menyukainya . Kita akan melihat apakah pembelian akan terus berlangsung. Dari perspektif pasar saham jangka pendek dapat dilihat, ini sebagai hal yang baik karena pasar menyukai Te FEd melanjutkan stimulus. Dari sudut pandang ekonomi riil, The Fed sebenarnya lebih gugup tentang ekonomi dari pada yang dirasakan," kata Kepala Investasi Commonwealth Financial Brad McMillan seperti dilansir Reuters, Kamis (19/9/2013).

Dalam konferensi pers, Gubernur The Fed Ben Bernanke mengatakan bahwa rencananya mempertahankan kebijakan stimulus adalah untuk melihat apakah akan memberi imbas pada pertumbuhan ekonomi. Untuk selanjutnya, Bank Sentral AS akan mengambil langkah untuk menghilangkan stimulus.

Kendati demikian, The Fed menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2-2,3 persen dari sebelumnya 2,3-2,6 persen. Sementara untuk tahun depan proyeksi diturunkan menjadi 2,93,1 persen dibandingkan sebelumnya 3,0-3,5 persen.

Semalam, indeks Dow Jones naik 147,21 poin atau 0,95 persen ke 15.676,94; indeks S&P 500 naik 20,76 poin atau 1,22 persen ke 1.725,52 dan Nasdaq menguat 37,942 poin atau 1,01 persen ke 3.783,641.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
25 menit yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
53 menit yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
1 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
1 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
1 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
3 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved