Di Banjarnegara, harga ayam potong naik Rp1.000/hari
Kamis, 19 September 2013 - 10:29 WIB
Di Banjarnegara, harga ayam potong naik Rp1.000/hari
A
A
A
Sindonews.com - Harga ayam potong di sejumlah daerah terus mengalami kenaikan. Di Banjarnegara, Jawa Tengah, sejak sepekan lalu harga daging ayam naik Rp1.000 perhari, omzet pedagangpun turun hingga 40 persen.
Hingga hari ini, harga ayam potong di pasar tradisional Banjarnegara telah menembus angka Rp30 ribu per kilogram. Harga ini naik dari harga sebelumnya yang hanya berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram.
Sementara harga ayam kampung, saat ini telah mencapai Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp45 ribu per kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini di sebabkan karena harga pakan ternak ayam yang terus mengalami kenaikan. "Sejak kenaikan harga ini jumlah pembeli turun drastis, omzet sayapun jadi turun," keluh Tugiman, pedagang ayam potong di Banjarnegara, Kamis (19/9/2013).
Akibat harga ayam yang terus meroket ini, para pedagang mengaku sepi pembeli. Jika di hari-hari biasa mampu menjual hingga 100 ekor, saat ini hanya mampu menjual antara 50 hingga 70 ekor dalam sehari.
Para pedagang ini berharap, pemerintah bisa menstabilkna harga daging ayam di pasar tradisional. Karena saat harga terus naik, pedagang tidak bertambah untung, melainkan merugi akibat sepinya pembeli.
Hingga hari ini, harga ayam potong di pasar tradisional Banjarnegara telah menembus angka Rp30 ribu per kilogram. Harga ini naik dari harga sebelumnya yang hanya berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram.
Sementara harga ayam kampung, saat ini telah mencapai Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp45 ribu per kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kenaikan harga ini di sebabkan karena harga pakan ternak ayam yang terus mengalami kenaikan. "Sejak kenaikan harga ini jumlah pembeli turun drastis, omzet sayapun jadi turun," keluh Tugiman, pedagang ayam potong di Banjarnegara, Kamis (19/9/2013).
Akibat harga ayam yang terus meroket ini, para pedagang mengaku sepi pembeli. Jika di hari-hari biasa mampu menjual hingga 100 ekor, saat ini hanya mampu menjual antara 50 hingga 70 ekor dalam sehari.
Para pedagang ini berharap, pemerintah bisa menstabilkna harga daging ayam di pasar tradisional. Karena saat harga terus naik, pedagang tidak bertambah untung, melainkan merugi akibat sepinya pembeli.
(gpr)
Lihat Juga :