Rupiah ditutup menguat ke level Rp10.847/USD
Kamis, 19 September 2013 - 16:43 WIB
Rupiah ditutup menguat ke level Rp10.847/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore hari ini ditutup menguat signifikan ke level Rp10.847/USD seiring melonjaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berada di level Rp10.847/USD, dengan kisaran harian Rp10.817-11.350/USD. Posisi itu menguat tajam mencapai 477 poin dibanding penutupan kemarin di Rp11.324/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.278/USD, terapresiasi tajam sebanyak 214 poin dibanding hari Rabu (18/9/2013) di level 11.492/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.465/USD dengan kisaran Rp11.280-11.283/USD. Posisi itu melemah 30 poin dibanding posisi kemarin di Rp11.435/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.468/USD, juga terdepresiasi 30 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.438/USD.
Tim analis Mandiri Sekuritas menilai, rebound-nya rupiah pada hari keempat pekan ini didukung keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan stimulus moneternya, dengan tetap melakukan pembelian obligasi sebesar USD85 miliar/bulan. Padahal sebelumnya pelaku pasar memprediksi, The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi sebesar USD10 miliar menjadi USD75 miliar/bulan.
"Tak hanya IHSG, batalnya pengurangan stimulus AS juga akan mengangkat pergerakan rupiah dan pasar komoditas," tegas tim analis Mandiri Sekuritas.
Keputusan dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) disambut positif pasar saham global, termasuk Indonesia, dimana IHSG berhasil menguat paling tinggi di kawasan Asia setelah kemarin sempat anjlok di bawah level 4.500.
Sore ini, IHSG ditutup melonjak sebesar 207,48 poin atau 4,65 persen ke level 4.670,73. Semua sektor saham tercatat menguat, dengan 270 saham menguat, 60 melemah dan 70 saham stagnan. Sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp12,11 triliun dan volume perdagangan 9,88 miliar lembar saham, dengan transaksi bersih asing tercatat mencapai Rp1,05 triliun.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berada di level Rp10.847/USD, dengan kisaran harian Rp10.817-11.350/USD. Posisi itu menguat tajam mencapai 477 poin dibanding penutupan kemarin di Rp11.324/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp11.278/USD, terapresiasi tajam sebanyak 214 poin dibanding hari Rabu (18/9/2013) di level 11.492/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.465/USD dengan kisaran Rp11.280-11.283/USD. Posisi itu melemah 30 poin dibanding posisi kemarin di Rp11.435/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.468/USD, juga terdepresiasi 30 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.438/USD.
Tim analis Mandiri Sekuritas menilai, rebound-nya rupiah pada hari keempat pekan ini didukung keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan stimulus moneternya, dengan tetap melakukan pembelian obligasi sebesar USD85 miliar/bulan. Padahal sebelumnya pelaku pasar memprediksi, The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasi sebesar USD10 miliar menjadi USD75 miliar/bulan.
"Tak hanya IHSG, batalnya pengurangan stimulus AS juga akan mengangkat pergerakan rupiah dan pasar komoditas," tegas tim analis Mandiri Sekuritas.
Keputusan dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) disambut positif pasar saham global, termasuk Indonesia, dimana IHSG berhasil menguat paling tinggi di kawasan Asia setelah kemarin sempat anjlok di bawah level 4.500.
Sore ini, IHSG ditutup melonjak sebesar 207,48 poin atau 4,65 persen ke level 4.670,73. Semua sektor saham tercatat menguat, dengan 270 saham menguat, 60 melemah dan 70 saham stagnan. Sementara nilai transaksi tercatat sebesar Rp12,11 triliun dan volume perdagangan 9,88 miliar lembar saham, dengan transaksi bersih asing tercatat mencapai Rp1,05 triliun.
(rna)