Setelah cetak rekor, Dow dan S&P terkoreksi

Jum'at, 20 September 2013 - 08:58 WIB
Setelah cetak rekor,...
Setelah cetak rekor, Dow dan S&P terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Dua indeks utama di Bursa Wall Street pada perdagangan Kamis waktu setempat berakhir terkoreksi setelah berhasil naik tajam pada hari sebelumnya.

Kenaikan yang terjadi kemarin disadari investor bahwa keputusan The Fed mempertahankan stimulus moneternya yang mendorong indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor baru karena pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) belum solid.

"Kondisi ini tidak biasa, setelah pasar saham menguat tajam, lalu terkoreksi. Anda membutuhkan orang-orang yang akan kembali melakukan evaluasi karena sekali lagi, kita berada di teritori yang belum dipetakan," kata Senior Vice President Cuttone & Co Keith Bliss seperti dilansir Reuters, Jumat (20/9/2013).

Sebelumnya mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas pembelian obligasi secara bertahap. Program stimulu moneter ini telah mengangkat indeks S&P 500 menguat 20 persen sepanjang tahun ini.

Alasan The Fed menunda pemamgkasa stimulu karena ingin melihat sinyal lebih banyak terkait pertumbuhan ekonomi sebelum mulai menarik stimulus. Data hari Kamis menunjukkan aktivitas pabrik di AS wilayah pertengahan Atlantik meningkat tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir dan optimisme perusahaan tentang masa depan mencapai level tertinggi 10 tahunan.

Perdagangan terakhir, Indeks Dow Jones turun 40,39 poin atau 0,26 persen ke 15.636,55; indeks S&P 500 melemah 3,18 poin atau 0,18 persen ke 1.722,34, sedangkan Nasdaq naik 5,743 poin atau 0,15 persen ke 3.789.384.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
2 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
2 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
3 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
3 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
3 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
4 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved