Rupiah pagi ini dibuka di level Rp10.911/USD
Jum'at, 20 September 2013 - 09:37 WIB
Rupiah pagi ini dibuka di level Rp10.911/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini berdasarkan data Bloomberg dibuka melemah jika dibanding penutupan hari kemarin.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp10.916/USD, melemah jika dibanding penutupan perdangan kemarin yang berada di level Rp10.847/USD. Adapun kisaran rupiah berada di Rp10.911-11.358/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.282/USD, positif dibanding hari sebelumnya di Rp11.465/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.285/USD, menguat dibanding hari kemarin di level Rp11.468/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada laju rupiah hari ini berpotensi menguat melanjutkan penguatan yang terjadi hari kemarin. Penyebab penguatan adalah The Fed yang tetap mempertahankan stimulus moneternya dengan melakukan pembelian obligasi sebesar USD85 miliar/bulan.
Selain itu, tingkat suku bunga obligasi yang dipertahankan pada level rendah memberikan penilaian bahwa ketersediaan USD di pasar masih akan bertambah dan akan membuat USD mengalami pelemahan. Ini akan memberi imbas positif pada laju mata uang Asia lainnya.
"Dengan hasil sidang tersebut juga membuat permintaan akan mata uang yang dinilai save heaven kian berkurang dan dimanfaatkan pergerakan mata uang Asia yang mencoba rebound," kata dia.
Reza memprediksi, rupiah pada hari terakhir pekan ini akan bergerak dalam kisaran Rp11.253-11.288/USD berdasarkan kurs tengah BI. Kemarin,
posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.278/USD, terapresiasi tajam sebanyak 214 poin dibanding hari Rabu (18/9/2013) di level 11.492/USD.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp10.916/USD, melemah jika dibanding penutupan perdangan kemarin yang berada di level Rp10.847/USD. Adapun kisaran rupiah berada di Rp10.911-11.358/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini berada di level Rp11.282/USD, positif dibanding hari sebelumnya di Rp11.465/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada harga Rp11.285/USD, menguat dibanding hari kemarin di level Rp11.468/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada laju rupiah hari ini berpotensi menguat melanjutkan penguatan yang terjadi hari kemarin. Penyebab penguatan adalah The Fed yang tetap mempertahankan stimulus moneternya dengan melakukan pembelian obligasi sebesar USD85 miliar/bulan.
Selain itu, tingkat suku bunga obligasi yang dipertahankan pada level rendah memberikan penilaian bahwa ketersediaan USD di pasar masih akan bertambah dan akan membuat USD mengalami pelemahan. Ini akan memberi imbas positif pada laju mata uang Asia lainnya.
"Dengan hasil sidang tersebut juga membuat permintaan akan mata uang yang dinilai save heaven kian berkurang dan dimanfaatkan pergerakan mata uang Asia yang mencoba rebound," kata dia.
Reza memprediksi, rupiah pada hari terakhir pekan ini akan bergerak dalam kisaran Rp11.253-11.288/USD berdasarkan kurs tengah BI. Kemarin,
posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI berada di level Rp11.278/USD, terapresiasi tajam sebanyak 214 poin dibanding hari Rabu (18/9/2013) di level 11.492/USD.
(rna)