Kebingungan investor buat Wall Street kembali terkoreksi

Sabtu, 21 September 2013 - 10:43 WIB
Kebingungan investor...
Kebingungan investor buat Wall Street kembali terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Jumat waktu setempat ditutup kembali terkoreksi karena investor bingung dengan keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan stimulus moneternya. Keputusan tersebut kabarnya bertolak belakang dengan keinginan sejumlah pejabat The Fed lainnya.

Kendati ditutup lebih rendah dalam dua sesi terakhir, indeks utama ditutup berhasil menguat dalam sepekan ini. Indeks Dow Jones naik 0,6 persen, S&P 500 menguat 1,3 persen dan Nasdaq terkerek 1,4 persen.

Gubernur The Fed Kansas City Esther George mengkritik tajam keputusan rekan-rekannya karena tidak memangkas stimulus moneter. Akibatnya, hal itu menciptakan kebingungan pasar dan mempertaruhkan kredibilitas Bank Sentral AS, mengingat pasar meyakini bahwa The Fed akan mulai mengurangi pembelian obligasinya pada September ini.

"Faktanya, mereka (The Fed) pada dasarnya bisa melakukannya dan pasar sudah menyesuaikan. The Fed sebenarnya mampu melakukan langkah pertama dengan melakukan pemangkasan," kata Managing Director Wedbush Equity Management LCC, Stephen Mossacca seperti dilansir Reuters, Sabtu (21/9/2013).

Menurut dia, pasar akan melihat keputusan The Fed sebagai langkah yang buruk dan itu terbukti pada hari ini. Koreksi yang terjadi hari ini, dia melanjutkan juga merupakan cerminan terhadap langkah yang tidak diambil The Fed dan kekecewaan lainnya terkait itu.

Di tengah koreksi yang terjadi, dua perusahaan yang mencatatkan saham perdananya berhasil mencapai hasil luar biasa. Kedua perusahaan itu, yakni FireEye Inc (FEYE.O) dan Rocket Fuel Inc (FUEL.O).

Pada perdagangan perdananya, saham FEYE dibuka melonjak 101,5 di atas harga IPO sebesar USD40,30 dan ditutup naik 80 persen menjadi USD36. Sedangkan harga saham FUEL juga naik dua kali lipat dari harga perdanannya dan mengakhiri sesi dengan menguat 93,4 persen menjadi USD56,10.

Semalam, indeks Dow Jones turun 185,46 poin atau 1,19 persen ke 15.451,09; indeks S&P 500 terkoreksi 12,42 poin atau 0,72 persen ke 1.709,92 dan Nasdaq melemah 14,656 poin atau 0,39 persen ke 3.774,728.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
1 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
1 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
2 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
2 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
2 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
4 jam yang lalu
Infografis
Trump Perintahkan Pembukaan...
Trump Perintahkan Pembukaan Kembali Penjara Alcatraz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved