Bea masuk kedelai dihapus, DPR: ini kemenangan kartel

Sabtu, 21 September 2013 - 12:18 WIB
Bea masuk kedelai dihapus,...
Bea masuk kedelai dihapus, DPR: ini kemenangan kartel
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi IV Firman Subagyo mengatakan bahwa pembebasan bea masuk kedelai dari 5 persen menjadi 0 persen adalah kemenangan mafia kartel kedelai atas pemerintah.

Bahkan dia menyebut, pembebasan bea masuk ini sudah dirancang dan ditargetkan sedemikian rupa oleh para mafia serta kartel agar mereka mendapatkan keuntungan signifikan sesaat, walaupun neraca perdagangan terancam defisit lebih besar.

"Hitung-hitungan saya, tahun lalu dengan penetapan 5 persen saja negara sudah mengalami kerugian Rp400 miliar, tahun ini mau kehilangan berapa lagi? Makanya, saya bilang ini target kartel," ujar Firman ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (21/9/2013).

Walaupun pembebasan bea masuk kedelai hanya ditargetkan dalam jangka pendek, Firman tetap menegaskan bahwa dalam rentang waktu apapun, kartel akan selalu meraup keuntungan dari pembebasan bea masuk tersebut.

"Tinggal dihitung berapa lama pembebasan bea masuk minus 5 persennya. Kira-kira itulah defisitnya," sambung Firman.

Dia juga menyatakan keprihatinannya mengenai kondisi Indonesia yang mengalami keterpurukan dari pernah swasembada menjadi pengimpor besar kedelai, sehingga kartel dapat mengambil keuntungan dari keadaan tersebut.

"Tahun 1992 produksi kita 2 juta ton dari luas lahan 1,7 hektar. Tahun ini, produksi kita hanya 857 ribu ton dari 600 ribu hektar, sedangkan kebutuhan kita 2,5 juta ton. Ini kan 1 juta sekian ton sudah dimainkan kartel," tandasnya.

Sekedar informasi, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sebelumnya mengatakan bahwa berdasarkan instruksi Presiden, bea masuk kedelai sebesar 5 persen akan dihapus dan akan berlaku secepatnya. Langkah ini dilakukan untuk menekan harga kedelai impor yang kian mahal di dalam negeri, sehingga berimbas pada harga tahu dan tempe.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
32 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
34 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved