Ini tiga jurus stabilisasi harga kedelai versi DPR

Sabtu, 21 September 2013 - 15:21 WIB
Ini tiga jurus stabilisasi...
Ini tiga jurus stabilisasi harga kedelai versi DPR
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Firman Subagyo memberikan beberapa saran kepada pemerintah agar ke depannya Indonesia dapat kembali menstabilkan harga dan mewujudkan swasembada kedelai.

Pertama, Firman menyarankan Kementerian Pertanian dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melakukan intensifikasi lahan pertanian kedelai karena lahan yang ada sekarang seluas 600 ribu hektar (ha) belum mencukupi.

"Kita punya UU No 41 Tahun 2009 yang mengatur perlindungan lahan petani berkelanjutan tapi sekarang wali kota dan bupati seakan-akan diam lihat lahan kedelai dikonversi jadi pabrik," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (21/9/2013).

Dia juga melihat harga keekonomian kedelai saat ini masih kurang menarik bagi petani. Oleh karena itu, Firman meminta agar pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi dan harga eceran terendah kedelai.

"Jagung hibrida itu keuntungan per hektarnya bisa mencapai Rp18 juta, lah ini kedelai hanya Rp9 juta per hektar. Dari sisi ekonomi tidak menarik bagi petani," lanjutnya.

Terakhir, Firman meminta agar pemerintah mengaktifkan kembali kewenangan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menjaga harga komoditas strategis dengan bekerja sama dengan kementerian terkait.

"Ini Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan Bulog harus mempunyai tujuan yang sama untuk stabilisasi harga komoditas strategis seperti kedelai," pungkasnya.

Seperti diketahui, harga kedelai impor di pasar dalam negeri saat ini sempat menyentuh harga Rp10.000/kilogram (kg). Akibat mahalnya harga kedelai tersebut, pemerintah memutuskan menghapus bea masuk impor kedelai dari sebelumnya 5 persen. Langkah ini diyakini bisa menekan harga kedelai impor di pasaran.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Tokenisasi ETF Buka...
Tokenisasi ETF Buka Akses Lebih Mudah Investasi S&P 500 dan Nasdaq
29 menit yang lalu
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Seluruh SPBU Jual B50 Mulai Oktober 2026
43 menit yang lalu
Kilau Emas Antam Meredup,...
Kilau Emas Antam Meredup, Hari Ini Turun Lagi Rp20.000 per Gram
1 jam yang lalu
TikTok Tingkatkan Transparansi...
TikTok Tingkatkan Transparansi AI, Alokasikan USD4 Juta untuk Program Edukasi
1 jam yang lalu
Dibuka Menguat 0,33%,...
Dibuka Menguat 0,33%, IHSG Berbalik Melemah di Menit Pertama
1 jam yang lalu
Cara Mengajukan Pembetulan...
Cara Mengajukan Pembetulan Data PBB-P2 secara Online, Simak Syarat dan Tahapannya
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved