Masih tertekan, rupiah berakhir terdepresiasi
Senin, 23 September 2013 - 16:25 WIB
Masih tertekan, rupiah berakhir terdepresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore awal pekan ini berakhir melemah seiring merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berada di level Rp11.445/USD, terdepresiasi signifikan sebanyak 404 poin dibanding penutupan Jumat (20/9/2013) yang berada di level Rp11.041/USD. Posisi terkuat rupiah hari ini di level Rp11.081/USD, sedangkan terlemah di level Rp11.503/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik siang ini di level Rp11.445/USD, dengan kisaran Rp11.445-11.495/USD. Posisi itu melemah 160 poin dibanding posisi akhir pekan lalu di level Rp11.282/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan di harga Rp11.448/USD, juga melemah 163 poin dibanding akhir pekan lalu di harga Rp11.285/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.435/USD atau melemah 83 poin dibanding posisi Jumat (20/9/2013) di level Rp11.352/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, Kembali negatifnya IHSG terimbas Wall Street pada Jumat malam yang ditutup di zona merah memberi dampak pada terdepresiasinya rupiah hari ini.
"Sentimen pasca salah satu anggota The Fed, James Bullard yang mengatakan tidak menutup kemungkinan The Fed akan mengurangi stimulus pada FOMC meeting mendatang turut mendorong turunnya appetite pelaku pasar hari ini," kata dia.
Selain itu, masih tingginya permintaan dolar oleh importir ditenggarai menjadi salah satu faktor yang mendorong tereskalasinya dolar.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg sore ini berada di level Rp11.445/USD, terdepresiasi signifikan sebanyak 404 poin dibanding penutupan Jumat (20/9/2013) yang berada di level Rp11.041/USD. Posisi terkuat rupiah hari ini di level Rp11.081/USD, sedangkan terlemah di level Rp11.503/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik siang ini di level Rp11.445/USD, dengan kisaran Rp11.445-11.495/USD. Posisi itu melemah 160 poin dibanding posisi akhir pekan lalu di level Rp11.282/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan di harga Rp11.448/USD, juga melemah 163 poin dibanding akhir pekan lalu di harga Rp11.285/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.435/USD atau melemah 83 poin dibanding posisi Jumat (20/9/2013) di level Rp11.352/USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, Kembali negatifnya IHSG terimbas Wall Street pada Jumat malam yang ditutup di zona merah memberi dampak pada terdepresiasinya rupiah hari ini.
"Sentimen pasca salah satu anggota The Fed, James Bullard yang mengatakan tidak menutup kemungkinan The Fed akan mengurangi stimulus pada FOMC meeting mendatang turut mendorong turunnya appetite pelaku pasar hari ini," kata dia.
Selain itu, masih tingginya permintaan dolar oleh importir ditenggarai menjadi salah satu faktor yang mendorong tereskalasinya dolar.
(rna)
Lihat Juga :