Rupiah pagi ini dibuka di Rp11.223/USD
Kamis, 26 September 2013 - 10:14 WIB
Rupiah pagi ini dibuka di Rp11.223/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari keempat pekan ini berdasarkan data Bloomberg dibuka menguat dibanding penutupan sore kemarin di tengah melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan pagi ini.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini di level Rp11.223/USD dan pada pukul 10.00 WIB, rupiah makin melemah ke posisi USD11.289/USD. Namun, posisi tersebut menguat dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.488/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.485/USD, kembali melemah dibanding hari sebelumnya di Rp11.465/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan di harga Rp11.488/USD, merosot 30 poin dibanding kemarin di harga Rp11.468/USD.
Sementara IHSG pagi tadi dibuka langsung melemah 7,58 poin atau 0,17 persen ke level 4.399.19 dipicu kembali terkoreksinya Wall Street pada perdagangan semalam akibat kecemasan investor terhadap perdebatan plafon utang di tangah mendekati batas waktu penyelesaian utang dan ketidakpastian stimulus moneter.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini di level Rp11.223/USD dan pada pukul 10.00 WIB, rupiah makin melemah ke posisi USD11.289/USD. Namun, posisi tersebut menguat dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.488/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.485/USD, kembali melemah dibanding hari sebelumnya di Rp11.465/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan di harga Rp11.488/USD, merosot 30 poin dibanding kemarin di harga Rp11.468/USD.
Sementara IHSG pagi tadi dibuka langsung melemah 7,58 poin atau 0,17 persen ke level 4.399.19 dipicu kembali terkoreksinya Wall Street pada perdagangan semalam akibat kecemasan investor terhadap perdebatan plafon utang di tangah mendekati batas waktu penyelesaian utang dan ketidakpastian stimulus moneter.
(rna)