Panasonic tinggalkan pasar smartphone

Kamis, 26 September 2013 - 16:35 WIB
Panasonic tinggalkan...
Panasonic tinggalkan pasar smartphone
A A A
Sindonews.com - Raksasa elektronik Jepang, Panasonic mengatakan, pihaknya akan meninggalkan penelitian smartphone bagi konsumen ritel karena perjuangan untuk membuat terobosan di sektor ini telah didominasi Apple dan Samsung.

Langkah tersebut dilakukan dua bulan setelah pesaingnya, NEC menyatakan menarik diri dari pasar mengutip persaingan yang ketat.

"Kami akan menangguhkan pengembangan smartphone baru untuk pasar bisnis ke konsumen di Jepang," kata Panasonic dalam sebuah pernyataannya, seperti dilansir dari AFP, Kamis (26/9/2013).

Produsen elektronik Jepang telah berjuang bersaing sejak munculnya smartphone, yang tertinggal dari raksasa AS, Apple dan Korea Selatan Samsung.

Sebelumnya, NEC mengatakan pihaknya berencana keluar dari bisnis smartphone pada Juli. "Kami terlambat memasuki pasar smartphone, dan kami tidak dapat mengembangkan produk yang menarik," ujar Kepala Keuangan NEC, Isamu Kawashima.

Di sisi lain, dalam tiga bulan sampai Juni, Panasonic membukukan laba bersih sebesar 107,8 miliar yen (USD1,08 miliar), naik 742 persen dari tahun sebelumnya. Sementara laba operasional sebesar 64,2 miliar yen, naik 66,3 persen.

Namun unit telepon bergerak Panasonic Mobile Communications membukukan kerugian operasional sebesar 5,4 miliar yen, meskipun kenaikan 86 persen dalam penjualan.

Panasonic dan rival domestik, termasuk Sony dan Sharp, telah mengalami restrukturisasi yang menyakitkan bertujuan untuk menghentikan rekor kerugian, sebagian besar terkait dengan unit elektronik mereka.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pentingnya Budaya Perusahaan...
Pentingnya Budaya Perusahaan Berkelanjutan di Era Kompetisi Global
Implementasi Pajak Minimum...
Implementasi Pajak Minimum Global di Indonesia: Mekanisme dan Strateginya
10 Perusahaan Tambang...
10 Perusahaan Tambang Raksasa Penggerak Industri Global dengan Pendapatan Rp9.800 Triliun
5 Perusahaan Multinasional...
5 Perusahaan Multinasional Bergengsi Rekomendasi untuk Fresh Graduate
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Pertamina Torehkan Nama...
Pertamina Torehkan Nama di Daftar Fortune Global 500 Tahun 2021
Berita Terkini
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
3 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
26 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
58 menit yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
2 jam yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
3 jam yang lalu
Infografis
Smartphone dan Komputer...
Smartphone dan Komputer akan Bebas dari Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved