Data tenaga kerja positif, Wall Street berhasil rebound
Jum'at, 27 September 2013 - 09:00 WIB
Data tenaga kerja positif, Wall Street berhasil rebound
A
A
A
Sindonews.com - Indeks S&P 500 serta Dow Jones berhasil balik arah (rebound) setelah selama lima hari berturut-turut terkoreksi didukung data pasar tenaga kerja yang positif. Namun kenaikan tersebut terbatas karena investor khawatir terhadap anggaran AS dan kemungkinan gagal bayar utang.
Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan, klaim awal tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu mendekati level terendah dalam enam tahun terakhir. Namun, data harga perumahan dan konsumen kurang positif.
Data klaim pengangguran yang datang lebih awal sebelum laporan pengangguran September akan menjadi masukan penting bagi The Fed untuk memutuskan kapan mengubah kebijakan moneter.
"Jika angka pengganguran hari ini bagus, itu akan memberi kita petunjuk kuat yang mendasari pasar tenaga kerja dan menjadi salah satu alasan The Fed memilih untuk tidak memulai pemangkasan stimulus," kata Chief Equity Market Strategist Federated Investors Phil Orlando seperti dilansir Reuters, Jumat (27/9/2013).
Gedung Putih menyatakan tidak akan ada shutdown dan gagal bayar karena pemerintah akan menambah otoritas pinjaman untuk menghindari gagal bayar utang. Sementara parlemen berupaya memberikan kesempatan kepada Menteri Keuangan melanjutkan peminjaman uang untuk membayar utang di tengah membaiknya beberapa data ekonomi.
Semalam, indeks Dow Jones naik 55,04 poin atau 0,36 persen ke 15.328,30; S&P 500 naik 5,90 poin atau 0,35 persen ke 1.698,67 dan Nasdaq naik 26,33 poin atau 0,70 persen menjadi 3.787,43.
Departemen Tenaga Kerja AS menyatakan, klaim awal tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu mendekati level terendah dalam enam tahun terakhir. Namun, data harga perumahan dan konsumen kurang positif.
Data klaim pengangguran yang datang lebih awal sebelum laporan pengangguran September akan menjadi masukan penting bagi The Fed untuk memutuskan kapan mengubah kebijakan moneter.
"Jika angka pengganguran hari ini bagus, itu akan memberi kita petunjuk kuat yang mendasari pasar tenaga kerja dan menjadi salah satu alasan The Fed memilih untuk tidak memulai pemangkasan stimulus," kata Chief Equity Market Strategist Federated Investors Phil Orlando seperti dilansir Reuters, Jumat (27/9/2013).
Gedung Putih menyatakan tidak akan ada shutdown dan gagal bayar karena pemerintah akan menambah otoritas pinjaman untuk menghindari gagal bayar utang. Sementara parlemen berupaya memberikan kesempatan kepada Menteri Keuangan melanjutkan peminjaman uang untuk membayar utang di tengah membaiknya beberapa data ekonomi.
Semalam, indeks Dow Jones naik 55,04 poin atau 0,36 persen ke 15.328,30; S&P 500 naik 5,90 poin atau 0,35 persen ke 1.698,67 dan Nasdaq naik 26,33 poin atau 0,70 persen menjadi 3.787,43.
(rna)
Lihat Juga :