Rupiah pagi ini terdepresiasi

Jum'at, 27 September 2013 - 10:12 WIB
Rupiah pagi ini terdepresiasi
Rupiah pagi ini terdepresiasi
A A A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari terakhir pekan ini berdasarkan data Bloomberg dibuka terdepresiasi di tengah rebound-nya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini.

Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini di level Rp11.235/USD atau melemah dibanding penutupan sore kemarin yang berada di level Rp11.203/USD.

Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI hari ini berada di level Rp11.532/USD, memnguat dibanding Kamis (26/9/2013) di Rp11.573/USD.

Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.455/USD, menguat dibanding hari sebelumnya di Rp11.485/USD.

Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan di harga Rp11.458/USD, terapresiasi dibanding kemarin di harga Rp11.488/USD.

Pengamat Pasar Uang Rahadyo Anggoro Widagdo memprediksi, pelemahan rupiah mulai terbatas. Menurut dia, asumsi positif dari diluncurkannya mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) menjadi salah satu pendorong mulai terbatasnya pelemahan yang mengancam laju rupiah.

"Kita lihat ada dampak positif dari industri automotif terutama yang datang dari pelucuran mobil murah dari pemerintah. Karena kita lihat demand mobil murah cukup tinggi," ujar Anggoro, Jumat (27/9/2013).

Ditambahkannya, dengan tingginya permintaan akan mobil murah memberikan harapan akan positifnya prospek industri automotif yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan yang lebih positif.

"Tingginya penjualan mobil murah ini juga akan memberikan imbas positif pada industri-industri turunannya, sehingga ekonomi kita lebih kuat dan diharapkan ketergantungan pada mata uang asing seperti USD juga akan menurun," kata Anggoro.

Atas asumsi tersebut, Anggoro melihatnya sebagai hal positif sehingga bisa menghambat laju pelemahan rupiah yang hampir tak terbendung selama lebih dari satu bulan ini.

"Rupiah masih cenderung melemah, tapi sangat tipis. Rentangnya juga tidak jauh dari kemarin berkisar antara Rp11.505-11.600 (berdasarkan kurs tengah BI)," imbuhnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
10 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
54 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved