Petani belum pahami prosedur distribusi pupuk bersubsidi

Jum'at, 27 September 2013 - 13:47 WIB
Petani belum pahami...
Petani belum pahami prosedur distribusi pupuk bersubsidi
A A A
Sindonews.com - Hilangnya pupuk bersubsidi di pasaran Kabupaten Lahat yang dikeluhkan para petani dinilai Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lahat merupakan minimnya pengetahuan yang dimiliki para petani mengenai prosedur distribusi pupuk itu sendiri.

Menurut Ketua KTNA Lahat, Arsito, proses pendistribusian pupuk bersubsidi dari PT Pusri harus berdasarkan Rencana Distribusi Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Pengajuan RDKK dianggap sebagai tolak ukur penyaluran pupuk bersubsidi, pupuk hanya bisa diterima jika ada RDKK.

"Jadi penyaluran pupuk tersebut bisa dilakukan dan didapat petani sesuai dengan usulan tersebut. RDKK Merupakan rencana kebutuhan kelompok tani satu musim tanam, yang disusun berdasar musyawarah anggota kelompok tani. Kebutuhan itu meliputi benih, pupuk dan pestisida," jelas Arsito, Jumat (27/9/2013).

Yang terjadi saat ini, ujarnya, penerapan sistem itulah yang dianggap sejumlah petani menjadi kelangkaan pupuk dan menghilang di pasaran. Ia mencontohkan, jika ada 20 desa dikali kebutuhan, maka jumlah itulah yang diajukan ke PT Pusri.

Menurut Arsito, keberadaan gapoktan bagi petani membuat kegiatan mereka lebih terorganisir. Kabupaten Lahat memiliki 312 gapoktan, dengan acuan satu desa memiliki satu gapoktan dan satu gapoktan diisi setidaknya lima hingga tujuh poktan. "Semua tergantung luas wilayahnya," jelasnya.

Arsito juga menargetkan jika pihaknya segera membentuk Koperasi KTNA untuk merangkul keinginan para petani termasuk membantu pengadaan pupuk. "Kita targetkan bulan depan sudah bisa beroperasi. Ini juga sebagai mitra kerja dengan para petani," tambahnya.

Sementara Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai mengaku jika prosedur tersebut justru membuat distribusi petani lebih terkoordinir mendapatkan pupuk. "Ini juga bentuk antisipasi penyimpangan distribusi pupuk, sehingga pupuk itu benar benar sampai ke tangan para petani," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
MNC Sekuritas Sukses...
MNC Sekuritas Sukses Gelar Grand Final MotionTrade Billionaires Games 2026
9 menit yang lalu
Hyundai Bakal Pamerkan...
Hyundai Bakal Pamerkan Prototipe Mobil Seven Seater di GIIAS 2026
21 menit yang lalu
Didukung BPDP dan Ditjenbun,...
Didukung BPDP dan Ditjenbun, AKPY Percepat Transfer Teknologi ke Pekebun Sawit Morowali
33 menit yang lalu
Prabowo Luncurkan BBM...
Prabowo Luncurkan BBM Baru B50 Pertama di Indonesia
54 menit yang lalu
Hyundai Kunjungi iNews...
Hyundai Kunjungi iNews Media Group, Perkuat Sinergi dan Jajaki Peluang Kolaborasi Strategis
1 jam yang lalu
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
1 jam yang lalu
Infografis
Masih Menjadi Misteri,...
Masih Menjadi Misteri, Benarkah Harimau Jawa Belum Punah?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved