SKK Migas lambat, produksi PHE WMO terhambat
A
A
A
Sindonews.com - Terkendala persetujuan dari Satuan Kerja Kusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) terpaksa menunda rencana pembagunan enam anjungan minyak lepas pantai hingga tahun depan.
"Sebenernya study-nya sudah selesai, kita sampaikan ke SKK Migas sudah lama harusnya Agustus (tahun) ini sudah mulai pengumuman lelang. Tapi SKK Migas belum kasih approval, jadi lelang belum bisa kita laksanakan," ujar General Manager PHE WMO Bambang Kardono di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (27/9/2013).
Lambannya respon dari SKK Migas tersebut akhirnya menghambat upaya Pertamina untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas bagi negara.
Pasalnya, dengan keterlambatan respon tersebut, PHE WMO memproyeksikan enam anjungan baru bisa beroperasi dan berkontribusi pada produksi migas nasional pada pertengahan tahun 2015.
"Baru akan produksi pertengahan 2015. Karena untuk membangun butuh waktu sekitar sembilan bulan. Jadi, kalau tender kita lakukan tahun depan (2014), berarti operasinya baru bisa mulai tahun 2015," tandasnya.
Untuk itu, lanjut dia, PHE WNO mengharapkan respon yang lebih cepat dari SKK Migas agar hal-hal yang bisa menghambat jalan produksi bisa diantisipasi dengan lebih baik.
"Kami harapkan SKK Migas bantu kami untuk ini. Kalau tidak produksi, kita terkena dampak," imbuhnya.
"Sebenernya study-nya sudah selesai, kita sampaikan ke SKK Migas sudah lama harusnya Agustus (tahun) ini sudah mulai pengumuman lelang. Tapi SKK Migas belum kasih approval, jadi lelang belum bisa kita laksanakan," ujar General Manager PHE WMO Bambang Kardono di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (27/9/2013).
Lambannya respon dari SKK Migas tersebut akhirnya menghambat upaya Pertamina untuk meningkatkan cadangan minyak dan gas bagi negara.
Pasalnya, dengan keterlambatan respon tersebut, PHE WMO memproyeksikan enam anjungan baru bisa beroperasi dan berkontribusi pada produksi migas nasional pada pertengahan tahun 2015.
"Baru akan produksi pertengahan 2015. Karena untuk membangun butuh waktu sekitar sembilan bulan. Jadi, kalau tender kita lakukan tahun depan (2014), berarti operasinya baru bisa mulai tahun 2015," tandasnya.
Untuk itu, lanjut dia, PHE WNO mengharapkan respon yang lebih cepat dari SKK Migas agar hal-hal yang bisa menghambat jalan produksi bisa diantisipasi dengan lebih baik.
"Kami harapkan SKK Migas bantu kami untuk ini. Kalau tidak produksi, kita terkena dampak," imbuhnya.
(rna)