Shutdown ekonomi AS buat Wall Street kembali koreksi

Selasa, 01 Oktober 2013 - 08:55 WIB
Shutdown ekonomi AS...
Shutdown ekonomi AS buat Wall Street kembali koreksi
A A A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan semalam ditutup kembali terkoreksi menyusul belum adanya keputusan untuk mencegah penutupan (shutdown) ekonomi Amerika Serikat, yang makin mendekati batas waktu.

Senat AS dari Partai Demokrat menolak rancangan anggaran yang diajukan Partai Republik. Penutupan ekonomi AS ini akan berdampak luas terhadap sebagian besar aset. Jika kesepakatan tercapai segera, maka pasar akan pulih. Namun penutupan ekonomi dalam jangka panjang akan merugikan perekonomian dan tingkat kepercayaan konsumen.

Sementara itu, kesepakatan masih bisa dicapai sebelum tahun fiskal pemerintah berakhir pada tengah malam pada hari Senin, namun kemungkinan seperti itu dianggap mustahil. Kendati demikian, pelaku pasar sudah terbiasa dengan pertempuran politik di Washington, yang menghasilkan kesepakatan di menit-menit terakhir.

"Saya pikir, konsensus yang cukup banyak itu menduga tidak akan dilakukan shutdown, namun ketidakpastian ini membuat investor menarik uangnya dari pasar, " kata Senior Vice President BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir Reuters, Selasa (1/10/2013).

Semalam, indeks Dow Jones ditutup turun 128,57 poin atau 0,84 persen ke 15,129.67; S&P 500 turun 10,20 poin atau 0,60 persen ke 1.681,55 dan Nasdaq turun 10,12 poin atau 0,27 persen ke 3.771,48.

Dalam sejarahnya, Wall Street pernah berhasil menghindari koreksi tajam dalam penutupan ekonomi yang terjadi sebelumnya. Pada penutupan ekonomi AS tanggal 15 Desember 1995-6 Januari 1996, indeks S&P 500 naik 0,1 persen. Sementara penutupan pada 13 November-19 November 1995, indeks berhasil naik 1,3 persen.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya data aktivitas bisnis di Midwest bulan September di level 55,7, lebih tinggi dibandingkan data Agustus dilevel 53.

Adapun kombinasi sentimen negatif tersebut datang dari adanya berita penolakan US Senate atas rancangan anggaran yang diajukan The US House of Republic menjadikan penutupan banyak agen pemerintahan di malam hari ini mungkin akan terjadi dan pertama kali terjadi selama 17 tahun terakhir.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
3 jam yang lalu
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
3 jam yang lalu
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
4 jam yang lalu
Kimia Farma Siapkan...
Kimia Farma Siapkan Rantai Layanan Hulu-Hilir Percepat Penanggulangan TB
4 jam yang lalu
Esgin dan Agraus Resources...
Esgin dan Agraus Resources Sinergi Garap Potensi Investasi Hijau dan Ekonomi Karbon
4 jam yang lalu
Kasus Hukum Febrie Momentum...
Kasus Hukum Febrie Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola Sawit Sitaan Negara
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved