SBY perintahkan jajarannya amati dampak shutdown AS

Selasa, 01 Oktober 2013 - 20:08 WIB
SBY perintahkan jajarannya...
SBY perintahkan jajarannya amati dampak shutdown AS
A A A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau jajarannya di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, agar mencermati ancaman shutdown di Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut menanggapi kebijakan pemerintah AS yang akhirnya menutup sementara (shutdown) layanan pemerintah. Langkah itu, menyusul serangkaian perdebatan panjang dan manuver politik di parlemen, senat dan Gedung Putih, yang akhirnya gagal mencapai kesepakatan atas persoalan kebuntuan anggaran negara.

Saat memberikan pengantar dalam rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/10/2013) sore, Presiden SBY menyatakan, gejolak perekonomian dalam negeri tidak seluruhnya akibat faktor domestik. Tapi, sebagian karena permasalahan dunia.

Sebab itu, solusinya apa yang bisa dilakukan secara domestik. "Kemudian apa pula yang harus kita kerja sama kan dengan negara-negara sahabat, dengan komunitas internasional, baik di kawasan maupun pada tingkat global," ujar SBY.

Pada kesempatan itu, dia yakin beberapa jajarannya terus mengikuti perkembangan situasi di dalam negeri, situasi kawasan Asia Pasifik dan kawasan tingkat dunia.

"Sebagai contoh saya terus mengikuti permasalahan yang dihadapi hampir semua emerging markets termasuk negara-negara BRICS, Brasil, Rusia, India, Afrika Selatan dan Tiongkok, itu juga sepenuhnya belum bisa diatasi. Negara emerging market yang lain di luar BRICS, contohnya Indonesia, Turki dan lain-lain, juga masih bekerja keras untuk mengatasi permasalahan ini," ungkap Presiden.

"Contohnya, apa yang terjadi di AS beberapa jam lalu, apa yang disebut government federal shutdown, itu memberikan implikasi kepada perekonomian dunia, perekonomian negara-negara lain. Ya, begitulah karena (AS) perekonomian terbesar di dunia. Dolar itu di mana berada dan peregerakannya seperti apa, tidak bebas dari kebijakan AS, kebijakan moneter utamanya," jelas SBY.

Untuk itu, Presiden meminta jajarannya agar terus mengikuti perkembangan dan dinamika di Amerika Serikat, maupun negara-negara penting lainnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
1 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
1 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
2 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
3 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
4 jam yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved