Temporary rebound IHSG diprediksi berlanjut
Rabu, 02 Oktober 2013 - 08:14 WIB
Temporary rebound IHSG diprediksi berlanjut
A
A
A
Sindonews.com - Seiring kenaikan Dow Jones semalam, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak ambil ancang-ancang juga untuk terus bertengger di zona hijau sekaligus mengambil nafas untuk menghadapi tekanan di perdagangan-perdagangan berikutnya.
"Aksi ambil nafas sementara waktu alias temporary rebound akan berlanjut di Bursa Indonesia, dimana saya perkirakan IHSG berpeluang menguat dalam perdagangan Rabu didorong kenaikan Dow 0,41 persen, EIDO:US 5,17 persen serta temporary membaiknya data inflasi, defisit perdagangan dan transaksi berjalan," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Rabu (2/10/2013).
Edwin memprediksi, IHSG akan bergerak pada rentang 4.281-4.412, dengan pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal.
Di lain pihak, lanjut Edwin, investor perlu berhati-hati atas berlanjutnya aksi net sell asing serta saham berbasis komoditas merujuk kejatuhan harganya, seperti emas 3,16 persen, Nikel 1,48 persen dan tim:ah 1,27 persen.
Dari luar negeri, setelah delapan hari Dow mengalami tekanan jual akibat kekhawatiran mengenai shutdown pemerintahan AS dan akhirnya menjadi kenyataan, yang artinya menempatkan 1 juta pegawai pemerintahan di Amerika tidak dibayar, maka Dow memasuki awal bulan dan awal kuartal III/2013 mengalami rebound sebesar 62,03 poin (0,41 persen) ditutup di level 15.191,7.
Rebound Dow ini diiringi kejatuhan The Vix sebesar 6,39 persen ditutup di level 15,54 karena investor berharap shutdown tersebut akan terjadi tidak lebih dari 14 hari serta didorong menguatnya ISM Manufacturing Index bulan September ke level 56,2, lebih tinggi dibandingkan data Agustus di level 55,0.
"Walaupun Dow mengalami kenaikan tetapi market mengharapkan shutdown tersebut tidak melebihi batas waktu 17 Oktober 2013 dimana merupakan batas akhir debt ceiling harus disetujui, otherwise akan terjadi debt default dan mini krisis tahun 2011 bisa terulang kembali dimana rating kredit AS akan kembali berpeluang di-downgraded dan akan terjadi market sell off alias panik jual," tutup dia.
"Aksi ambil nafas sementara waktu alias temporary rebound akan berlanjut di Bursa Indonesia, dimana saya perkirakan IHSG berpeluang menguat dalam perdagangan Rabu didorong kenaikan Dow 0,41 persen, EIDO:US 5,17 persen serta temporary membaiknya data inflasi, defisit perdagangan dan transaksi berjalan," kata Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, Rabu (2/10/2013).
Edwin memprediksi, IHSG akan bergerak pada rentang 4.281-4.412, dengan pola bullish harami terbentuk atas IHSG mengindikasikan bullish reversal.
Di lain pihak, lanjut Edwin, investor perlu berhati-hati atas berlanjutnya aksi net sell asing serta saham berbasis komoditas merujuk kejatuhan harganya, seperti emas 3,16 persen, Nikel 1,48 persen dan tim:ah 1,27 persen.
Dari luar negeri, setelah delapan hari Dow mengalami tekanan jual akibat kekhawatiran mengenai shutdown pemerintahan AS dan akhirnya menjadi kenyataan, yang artinya menempatkan 1 juta pegawai pemerintahan di Amerika tidak dibayar, maka Dow memasuki awal bulan dan awal kuartal III/2013 mengalami rebound sebesar 62,03 poin (0,41 persen) ditutup di level 15.191,7.
Rebound Dow ini diiringi kejatuhan The Vix sebesar 6,39 persen ditutup di level 15,54 karena investor berharap shutdown tersebut akan terjadi tidak lebih dari 14 hari serta didorong menguatnya ISM Manufacturing Index bulan September ke level 56,2, lebih tinggi dibandingkan data Agustus di level 55,0.
"Walaupun Dow mengalami kenaikan tetapi market mengharapkan shutdown tersebut tidak melebihi batas waktu 17 Oktober 2013 dimana merupakan batas akhir debt ceiling harus disetujui, otherwise akan terjadi debt default dan mini krisis tahun 2011 bisa terulang kembali dimana rating kredit AS akan kembali berpeluang di-downgraded dan akan terjadi market sell off alias panik jual," tutup dia.
(rna)
Lihat Juga :