Rupiah pagi ini dibuka di level Rp11.381/USD
Rabu, 02 Oktober 2013 - 09:44 WIB
Rupiah pagi ini dibuka di level Rp11.381/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ketiga pekan ini berdasarkan data Bloomberg dibuka melemah di tengah kembali menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka di level Rp11.381/USD atau melemah jika dibanding penutupan Selasa (1/10/2013) di level Rp11.360/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.500/USD, dengan kisaran Rp11.500-11.503/USD. Posisi ini terapresiasi dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.575/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah pagi ini di level Rp11.503/USD atau menguat dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.578/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah hari ini masih akan dibayangi catatan deflasi pada bulan September 2013 ditambah surplusnya neraca perdagangan serta shutdown pemerintah AS.
Dia memperdiksi, mata uang lokal pada hari ini berpotensi kembali menguat. "Laju rupiah diprediksi berada pada rentang Rp11.585-11.623/USD menurut kurs tengah BI," prediksi dia.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.593/USD, menguat 20 poin dibanding Senin (30/9/2013) di level Rp11.613/USD.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka di level Rp11.381/USD atau melemah jika dibanding penutupan Selasa (1/10/2013) di level Rp11.360/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.500/USD, dengan kisaran Rp11.500-11.503/USD. Posisi ini terapresiasi dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.575/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah pagi ini di level Rp11.503/USD atau menguat dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.578/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah hari ini masih akan dibayangi catatan deflasi pada bulan September 2013 ditambah surplusnya neraca perdagangan serta shutdown pemerintah AS.
Dia memperdiksi, mata uang lokal pada hari ini berpotensi kembali menguat. "Laju rupiah diprediksi berada pada rentang Rp11.585-11.623/USD menurut kurs tengah BI," prediksi dia.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari kemarin berada di level Rp11.593/USD, menguat 20 poin dibanding Senin (30/9/2013) di level Rp11.613/USD.
(rna)