Rupiah sore ini berhasil terapresiasi lagi
Rabu, 02 Oktober 2013 - 16:52 WIB
Rupiah sore ini berhasil terapresiasi lagi
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) sore ini berhasil menguat kembali seiring dengan positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada sore ini di level Rp11.357/USD, menguat tipis 3 poin dibanding posisi Selasa (1/10/2013) sore di level Rp11.360/USD. Sementara posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.335/USD dan terlemah di level Rp11.565/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.568/USD atau positif 25 poin dibanding kemarin yang berada di level Rp11.593/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.500/USD, dengan kisaran Rp11.530-11.563/USD. Posisi ini terapresiasi 75 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.575/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp11.503/USD atau menguat 75 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.578/USD.
Sementara itu, IHSG sore ini ditutup berakhir menguat 41,71 poin atau 0,96 persen ke level 4.387,60. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,75 triliun dan volume perdagangan 3,76 miliar lembar saham, dengan transaksi bersih asing tercatat mencapai Rp61,21 miliar. Tercatat sebanyak 146 saham menguat, 109 melemah dan 104 saham stagnan.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi menguatnya IHSG yang melanjutkan reli setelah membaiknya data makro ekonomi dalam negeri kemarin dan sentimen positif menguatnya Wall Street semalam di tengah penutupan layanan publik di AS.
"Meredanya tekanan inflasi dan mencatat deflasi serta membaiknya kinerja neraca perdagangan Indonesia yang berhasil surplus direspon positif oleh pelaku pasar dan mendorong naiknya bursa saham maupun obligasi di pasar sekunder dan berdampak pada menguatnya rupiah terhadap dolar," ujarnya, Rabu (2/10/2013).
Di samping itu, Bank Indonesia (BI) yang melaksanakan lelang Sertifikat BI (SBI) dan SBI Syariah (SBIS) tenor 10 bulan dengan target Rp5 triliun dan Rp100 miliar diikuti dengan lelang term deposit (TD) valas tenor 1, 7, 14 dan 31 hari dengan target masing-masing USD800 juta dan USD400 juta sebagai upaya pendalaman pasar keuangan dan pengelolaan likuiditas di pasar uang juga memberi imbas positif terhadap rupiah.
Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada sore ini di level Rp11.357/USD, menguat tipis 3 poin dibanding posisi Selasa (1/10/2013) sore di level Rp11.360/USD. Sementara posisi rupiah terkuat hari ini berada di level Rp11.335/USD dan terlemah di level Rp11.565/USD.
Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp11.568/USD atau positif 25 poin dibanding kemarin yang berada di level Rp11.593/USD.
Sedangkan data yahoofinance mencatat, mata uang domestik hari ini di level Rp11.500/USD, dengan kisaran Rp11.530-11.563/USD. Posisi ini terapresiasi 75 poin dibanding hari sebelumnya yang berada di level Rp11.575/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas juga mencatat bahwa rupiah hari ini di level Rp11.503/USD atau menguat 75 poin dibanding penutupan sore kemarin di level Rp11.578/USD.
Sementara itu, IHSG sore ini ditutup berakhir menguat 41,71 poin atau 0,96 persen ke level 4.387,60. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,75 triliun dan volume perdagangan 3,76 miliar lembar saham, dengan transaksi bersih asing tercatat mencapai Rp61,21 miliar. Tercatat sebanyak 146 saham menguat, 109 melemah dan 104 saham stagnan.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi menguatnya IHSG yang melanjutkan reli setelah membaiknya data makro ekonomi dalam negeri kemarin dan sentimen positif menguatnya Wall Street semalam di tengah penutupan layanan publik di AS.
"Meredanya tekanan inflasi dan mencatat deflasi serta membaiknya kinerja neraca perdagangan Indonesia yang berhasil surplus direspon positif oleh pelaku pasar dan mendorong naiknya bursa saham maupun obligasi di pasar sekunder dan berdampak pada menguatnya rupiah terhadap dolar," ujarnya, Rabu (2/10/2013).
Di samping itu, Bank Indonesia (BI) yang melaksanakan lelang Sertifikat BI (SBI) dan SBI Syariah (SBIS) tenor 10 bulan dengan target Rp5 triliun dan Rp100 miliar diikuti dengan lelang term deposit (TD) valas tenor 1, 7, 14 dan 31 hari dengan target masing-masing USD800 juta dan USD400 juta sebagai upaya pendalaman pasar keuangan dan pengelolaan likuiditas di pasar uang juga memberi imbas positif terhadap rupiah.
(rna)