Dibayangi aksi ambil untung, IHSG terancam melemah
Selasa, 08 Oktober 2013 - 08:17 WIB
Dibayangi aksi ambil untung, IHSG terancam melemah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi aksi ambil untung serta volatilenya pergerakan sejumlah bursa regional, sehingga membuat pelemahan yang terjadi di awal pekan akan berlanjut di perdagangan hari ini.
"Pada perdagangan Selasa (8/10/2013) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.342-4.368 dan resistance 4.415-4.426. Bila aksi ambil untung masih terjadi dan kondisi bursa saham global belum kunjung membaik maka IHSG pun dimungkinkan akan mengalami pelemahan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Selasa (8/10/2013).
Menilik pergerakan IHSG di awal pekan ini, tampak masih melanjutkan pelemahannya. Laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah setelah pelaku pasar bersikap skeptis terhadap potensi tercapainya kesepakatan anggaran AS berimbas negatif pada IHSG. Sehingga membalikkan posisinya yang di awal sesi sempat menyentuh area hijau.
Meski laju rupiah kembali mengalami kenaikan, namun transaksi asing yang tercatat nett sell masih membuat kondisi IHSG tidak nyaman, sehingga memperpanjang keberadaannya di zona merah.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.409,77 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.357,46 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.374,96.
"Meski laju IHSG sempat melewati target support kami (4.360-4.380), namun kembali berakhir dalam kisaran tersebut sesuai dengan perkiraan sebelumnya di mana aksi profit taking masih berlanjut," kata dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Laju bursa saham Asia masih melanjutkan pergerakan variatifnya di awal pekan ini seiring masih berlarut-larutnya kesepakatan pembahasan anggaran ekonomi AS.
Padahal sebelumnya, pelaku pasar sedikit optimis bahwa kondisi partial shutdown ekonomi AS akan membuat tapering stimulus The Fed akan tertunda dan nantinya akan tercapai kesepakatan.
Namun, yang mereka dapatkan hanya harapan semu. Apalagi setelah Ketua DPR, John Boehner menyatakan, belum menyepakati kesepakatan paket-paket kebijakan dengan kubu Demokrat.
Menurutnya, berita mengenai keputusan sementara Ketua DPR AS yang belum menyepakati kenaikan limit utang ekonomi AS turut mempertakut laju bursa saham Eropa yang hingga saat ini kembali mengalami pelemahan.
Di sisi lain, pemberitaan mengenai penurunan penjualan beberapa emiten di China karena perlambatan ekonomi yang terjadi turut menambah sentimen negatif.
Sikap skeptis dan khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi AS pasca terjadinya shutdown hingga hari ke enam membuat laju bursa saham AS kemungkinan akan mengalami pelemahan.
Apalagi, beberapa data yang sekiranya akan dirilis menjadi batal dirilis, karena terjadinya penutupan pada public service di AS. Sehingga membuat pelaku pasar tidak memiliki gambaran akan kondisi ekonomi AS.
"Pada perdagangan Selasa (8/10/2013) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.342-4.368 dan resistance 4.415-4.426. Bila aksi ambil untung masih terjadi dan kondisi bursa saham global belum kunjung membaik maka IHSG pun dimungkinkan akan mengalami pelemahan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Selasa (8/10/2013).
Menilik pergerakan IHSG di awal pekan ini, tampak masih melanjutkan pelemahannya. Laju bursa saham Asia yang variatif cenderung melemah setelah pelaku pasar bersikap skeptis terhadap potensi tercapainya kesepakatan anggaran AS berimbas negatif pada IHSG. Sehingga membalikkan posisinya yang di awal sesi sempat menyentuh area hijau.
Meski laju rupiah kembali mengalami kenaikan, namun transaksi asing yang tercatat nett sell masih membuat kondisi IHSG tidak nyaman, sehingga memperpanjang keberadaannya di zona merah.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.409,77 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.357,46 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.374,96.
"Meski laju IHSG sempat melewati target support kami (4.360-4.380), namun kembali berakhir dalam kisaran tersebut sesuai dengan perkiraan sebelumnya di mana aksi profit taking masih berlanjut," kata dia.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Laju bursa saham Asia masih melanjutkan pergerakan variatifnya di awal pekan ini seiring masih berlarut-larutnya kesepakatan pembahasan anggaran ekonomi AS.
Padahal sebelumnya, pelaku pasar sedikit optimis bahwa kondisi partial shutdown ekonomi AS akan membuat tapering stimulus The Fed akan tertunda dan nantinya akan tercapai kesepakatan.
Namun, yang mereka dapatkan hanya harapan semu. Apalagi setelah Ketua DPR, John Boehner menyatakan, belum menyepakati kesepakatan paket-paket kebijakan dengan kubu Demokrat.
Menurutnya, berita mengenai keputusan sementara Ketua DPR AS yang belum menyepakati kenaikan limit utang ekonomi AS turut mempertakut laju bursa saham Eropa yang hingga saat ini kembali mengalami pelemahan.
Di sisi lain, pemberitaan mengenai penurunan penjualan beberapa emiten di China karena perlambatan ekonomi yang terjadi turut menambah sentimen negatif.
Sikap skeptis dan khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi AS pasca terjadinya shutdown hingga hari ke enam membuat laju bursa saham AS kemungkinan akan mengalami pelemahan.
Apalagi, beberapa data yang sekiranya akan dirilis menjadi batal dirilis, karena terjadinya penutupan pada public service di AS. Sehingga membuat pelaku pasar tidak memiliki gambaran akan kondisi ekonomi AS.
(izz)
Lihat Juga :