Potensi penguatan IHSG dibayangi aksi ambil untung
Rabu, 09 Oktober 2013 - 08:24 WIB
Potensi penguatan IHSG dibayangi aksi ambil untung
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada pada support 4.348-4.369 dan resistance 4.442-4.468.
"Pola penguatan ini akan bertahan bila tidak dimanfaatkan aksi ambil untung seiring masih variatifnya laju bursa saham global," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (9/10/2013).
Bila menilik perdagangan di hari kedua pekan ini, laju IHSG berbalik positif seiring menghijaunya laju bursa saham Asia. Padahal sebelumnya sikap skeptis dan khawatir akan pertumbuhan ekonomi AS pasca terjadinya shutdown hingga hari ke enam membuat laju bursa saham AS kembali mengalami pelemahan, sehingga menghambat laju bursa saham Asia, termasuk IHSG.
Di sisi lain, adanya rilis keputusan BI yang mempertahankan level BI rate yang diiringi dengan meningkatnya cadangan devisa turut mendorong positifnya laju IHSG. Pelaku pasar pun kembali banyak melakukan transaksi
Meskipun asing masih lanjutkan nett sell dan laju rupiah yang kembali mengalami pelemahan serta laju bursa saham tidak menghalangi IHSG untuk berada di zona hijaunya.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.409,77 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.357,46 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.374,96.
"Meski laju IHSG sempat berada di kisaran target support kami (4.342-4.368), namun sentimen positif bawa IHSG mampu melewati target resisten (4.415-4.426)," papar Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia mulai berbalik menguat seiring mulai dibukanya bursa saham China pasca libur National Day. Adanya libur memberikan persepsi banyaknya masyarakat yang melakukan belanja dan terefleksi pada penguatan saham-saham ritel China antara lain Beijing Wangfujing Dept. Store (Group) Co. dan ZTE Corp.
Kekhawatiran pelaku pasar akan kondisi partial shutdown ekonomi AS masih mempertakut dan mempersuram laju bursa saham Eropa yang kembali mengalami pelemahan. Di sisi lain, jelang pertengahan bulan pelaku pasar akan mencermati kemungkinan rilis hasil rapat FOMC di tengah peliknya kondisi AS dan menantikan rilis kinerja Q3-13.
"Meski kekhawatiran dengan kecenderungan hopeless terhadap akan tercapainya kesepakatan anggaran, namun diharapkan pelemahan laju bursa saham AS dapat terbatas dengan pertimbangan sentimen ekspektasi rilis kinerja emiten Q3/2013 masih akan sesuai estimasi," kata dia.
"Pola penguatan ini akan bertahan bila tidak dimanfaatkan aksi ambil untung seiring masih variatifnya laju bursa saham global," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Rabu (9/10/2013).
Bila menilik perdagangan di hari kedua pekan ini, laju IHSG berbalik positif seiring menghijaunya laju bursa saham Asia. Padahal sebelumnya sikap skeptis dan khawatir akan pertumbuhan ekonomi AS pasca terjadinya shutdown hingga hari ke enam membuat laju bursa saham AS kembali mengalami pelemahan, sehingga menghambat laju bursa saham Asia, termasuk IHSG.
Di sisi lain, adanya rilis keputusan BI yang mempertahankan level BI rate yang diiringi dengan meningkatnya cadangan devisa turut mendorong positifnya laju IHSG. Pelaku pasar pun kembali banyak melakukan transaksi
Meskipun asing masih lanjutkan nett sell dan laju rupiah yang kembali mengalami pelemahan serta laju bursa saham tidak menghalangi IHSG untuk berada di zona hijaunya.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.409,77 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.357,46 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4.374,96.
"Meski laju IHSG sempat berada di kisaran target support kami (4.342-4.368), namun sentimen positif bawa IHSG mampu melewati target resisten (4.415-4.426)," papar Reza.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Dari luar negeri, laju bursa saham Asia mulai berbalik menguat seiring mulai dibukanya bursa saham China pasca libur National Day. Adanya libur memberikan persepsi banyaknya masyarakat yang melakukan belanja dan terefleksi pada penguatan saham-saham ritel China antara lain Beijing Wangfujing Dept. Store (Group) Co. dan ZTE Corp.
Kekhawatiran pelaku pasar akan kondisi partial shutdown ekonomi AS masih mempertakut dan mempersuram laju bursa saham Eropa yang kembali mengalami pelemahan. Di sisi lain, jelang pertengahan bulan pelaku pasar akan mencermati kemungkinan rilis hasil rapat FOMC di tengah peliknya kondisi AS dan menantikan rilis kinerja Q3-13.
"Meski kekhawatiran dengan kecenderungan hopeless terhadap akan tercapainya kesepakatan anggaran, namun diharapkan pelemahan laju bursa saham AS dapat terbatas dengan pertimbangan sentimen ekspektasi rilis kinerja emiten Q3/2013 masih akan sesuai estimasi," kata dia.
(rna)
Lihat Juga :