500 perusahaan di Sulsel berpotensi melantai di bursa

Rabu, 09 Oktober 2013 - 14:49 WIB
500 perusahaan di Sulsel...
500 perusahaan di Sulsel berpotensi melantai di bursa
A A A
Sindonews.com - Guna membantu target jumlah initial public offering (IPO) perusahaan baru, Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai perlu segera menggarap Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menarik perusahaan-perusahan lokal melantai di bursa.

Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Makassar Fahmin Amirullah mengatakan, berdasarkan data Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, terdapat 500 perusahaan asli daerah yang berpotensi untuk menjadi perusahaan publik.

Mereka adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki asset yang cukup besar dan pertumbuhan perusahaan terus meningkat. Sebagai syarat untuk melantai di bursa, lanjut Fahmin, sebuah perusahaan setindaknya memiliki net tangible assets (asset terukur) senilai Rp5 miliar.

“Kami sudah me-list ada 500 perusahaan asli Sulsel yang potensial untuk IPO (penjualan saham perdana), baik dari sektor perkebunan, konsumer, maupun industri. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada satu pun perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di papan bursa karena masih awam dengan pasar modal,” ungkap Fahmin, Rabu (9/10/2013).

Selain itu, kata dia, keengganan perusahaan untuk IPO dipicu karena perusahaan di Sulsel pada umumnya adalah perusahaan kelurga yang sangat tertutup mengenai arus informasi perusahaan.

Padahal jika mereka melantai di bursa, banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Di antarnya image perusahaan akan terangkat. Karena indikasi sehat tidaknya sebuah perusahaan juga dapat terlihat dari pergerakan saham di lantai bursa.

Keuntungan lain, jelas dia, perusahaan akan jauh lebih mudah mendapatkan tambahan modal dalam jumlah besar dibanding kredit perbankan serta lebih mudah mengundang investor asing.

“Kalau perusahaan keluarga, kadang ada anggota keluarga yang belum sepakat untuk go public. Jadi masih terbentur masalah itu, selain persoalan perpajakan. Tapi kami akan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengadakan business meeting mengundang direksi perusahaan-perusahaan ini,” paparnya.

Sampai saat ini, baru dua perusahaan yang melantai di Bursa yakni Gowa Makassar Trade Developmnet (GMTD) dan PT Vale Indonesia. Sebelumnya Kalla Group dikabarkan akan melepas sejumlah anak perusahaan ke lantai bursa, dengan mengincar perolehan dana Rp500 miliar dari IPO.

Sekretaris perusahaan Kalla Group, Andi Asmir mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan konsolidasi untuk menentukan waktu penerbitan perdana saham-saham tersebut. Dari berbagai bidang bisnis Kalla Group, akan ada dua perusahaan yang dipersiapkan untuk IPO terlebih dulu.

Kedua perusahaan itu adalah PT Haka Sarana Investama yang merupakan induk dari sejumlah perusahaan properti milik Kalla Group serta PT Bumi Sarana Utama yang merupakan perusahaan holding daru divisi usaha konstruksi.

"Haka sarana memiliki 5 anak usaha dan Bumi Sarana menaungi empat perusahaan konstruksi. Selain berperan sebagai produsen beton dan aspal, Bumi sarana juga mengelola proyek pembangunan jalan," ungkapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Usai IPO, Ayam Goreng...
Usai IPO, Ayam Goreng Nelongso Bakal Ekspansi Bisnis ke IKN
BUMN Diminta Perbaiki...
BUMN Diminta Perbaiki Kinerja Sebelum IPO
Dana IPO Dipakai Buat...
Dana IPO Dipakai Buat Rekrut Programmer, WGSH Tancap Gas di 2022
Bukalapak Resmi Melantai...
Bukalapak Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia
Bersiap IPO, Intip Jadwal...
Bersiap IPO, Intip Jadwal Penawaran PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK)
6 BUMN Gagal Bersinar...
6 BUMN Gagal Bersinar Meski Sudah IPO, Erick Thohir Enggan Merinci Daftarnya
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
41 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
49 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved