Industri otomotif Thailand masih aman

Rabu, 09 Oktober 2013 - 15:11 WIB
Industri otomotif Thailand masih aman
Industri otomotif Thailand masih aman
A A A
Sindonews.com - Banjir yang kembali melanda Thailand diyakini tidak akan mengganggu industri otomotif di negeri 'Gajah Putih'. Hal ini menyusul kabar kawasan industri terbesar di Thailand, Amata Nakorn, yang menaungi 200 pabrik itu terkepung banjir.

Dilansir dari Bangkok Post, (9/10/2013), Kepala Eksekutif Kawasan Industial Amata Nakorn, Viboon Kromadit mengatakan, pertama kalinya dalam sejarah kawasan tersebut kebanjiran. "Saat ini banjir yang ada di Amata Nakorn masih bisa ditangani. Namun, kita harus bersiap untuk hal terburuk dan menjalankan rencana darurat bagi perlengkapan industri yang ada di kawasan ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Federasi Industri Automotif Thailand, Suparat Sirisuwanangkura menegaskan, industri otomotif tidak terkena dampak peristiwa banjir. "Namun, pabrik tersebut hanyalah pabrik pembuatan spare part bukan mobil. Saat ini yang bisa dilakukan adalah meningkatkan produksi spare part sebagai cadangan jika memang banjir semakin mengkhawatirkan," jelasnya.

Dia mengatakan, pihaknya tidak hanya mengamati banjir yang ada di Amata Nakorn. Ada juga beberapa wilayah perindustrian lain yang perlu diperhatikan seperti di Ayutthaya, wilayah kawasan industri Saha Rattana Nakorn. Di tempat itu pabrikan mobil Honda membangun mobil-mobil mereka.

Sebelumnya, disebutkan Reuters, banjir yang terjadi di Thailand kali ini sangat berbeda dari sebelumnya (2011), bergerak dari kawasan utara. Sekarang titik banjir bermula dari kawasan timur Thailand.

"Gerak banjir dimulai dari timur, jadi tetap ada kemungkinan beberapa kawasan industri yang tahun 2011 tidak terkena banjir justru akan terkena banjir," ujar Direktur Jenderal Penanggulangan dan Mitigasi Bencana Thailand, Chatchai Promlert.

Diketahui, banjir yang melanda Thailand tahun ini telah melanda 28 dari 77 kota di Thailand. Saat ini tercatat ada 36 orang meninggal akibat banjir.
(dmd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1395 seconds (10.55#12.26)