Negosiasi shutdown fiskal AS temui jalan buntu

Sabtu, 12 Oktober 2013 - 12:57 WIB
Negosiasi shutdown fiskal...
Negosiasi shutdown fiskal AS temui jalan buntu
A A A
Sindonews.com - Gedung Putih dan Partai Republik masih sulit mencapai kesepakatan untuk mencegah bencana default utang dan mengakhiri shutdown parsial pemerintah, yang telah memasuki pekan kedua.

Presiden Barack Obama berkomunikasi dengan senator Republik dan berbicara melalui telepon dengan Ketua DPR Republik John Boehner, sebagai upaya negosiasi yang akhirnya menghasilkan kebuntuan.

"Kami jelas di tempat yang lebih baik daripada beberapa hari lalu dalam hal pendekatan konstruktif yang telah kita lihat. Tapi, tidak ada kesepakatan," kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney, seperti dilansir dari AFP, Sabtu (12/10/2013).

Di tengah meningkatnya optimisme kesepakatan dan beberapa jalan dialog, prinsip-prinsip utama muncul dalam kompromi kedua belah pihak.

Tanda-tanda bahwa Gedung Putih sedang mengendalikan tawar-menawar keras, Carney menyatakan, kenaikan plafon utang tidak bisa dikaitkan pembicaraan fiskal jangka panjang dengan Partai Republik, karena bisa mengancam default berulang pada beberapa bulan mendatang.

Gedung Putih awal pekan lalu mengatakan, secara terbuka akan berupaya memperpanjang plafon utang selama enam pekan setelah 17 Oktober. Tapi, mereka mencari perpanjangan pinjaman dari USD16,7 miliar yang ada saat ini untuk durasi lebih lama.

Republik dari majelis rendah telah menawarkan untuk berbicara dengan Obama terkait resolusi jangka pendek guna mendanai pemerintah, dan kemudian pindah ke anggaran jangka panjang serta pembicaraan fiskal. Tapi, Presiden menegaskan pihaknya tidak akan bernegosiasi sampai kedua plafon utang dinaikkan dan pemerintah dibuka kembali.

Seperti diketahui, jika plafon utang AS tidak dinaikkan pada 17 Oktober, Departemen Keuangan akan kehabisan uang dan bisa mulai default atas kewajiban (utang) AS untuk pertama kalinya dalam sejarah, dengan konsekuensi berimbas terhadap perekonomian dunia.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan NBC News/Wall Street Journal, menunjukkan, 53 persen responden menyalahkan Partai Republik atas shutdown pemerintah AS, dan hanya 31 persen yang menyalahkan Obama.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Bantuan Ekonomi Amerika...
Bantuan Ekonomi Amerika untuk Greenland Berbuntut Panjang
Konspirasi Yahudi: Kisah...
Konspirasi Yahudi: Kisah Rothschild Mengacaukan Ekonomi Amerika
Didesak Situasi Ekonomi...
Didesak Situasi Ekonomi Amerika, Rupiah Akan Bergerak Sempit
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
41 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
56 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved