Indosat selesaikan proses migrasi 3G lebih awal

Senin, 21 Oktober 2013 - 16:58 WIB
Indosat selesaikan proses...
Indosat selesaikan proses migrasi 3G lebih awal
A A A
Sindonews.com - PT Indosat Tbk (Indosat) berhasil menyelesaikan proses migrasi 3G lebih awal yaitu tanggal 9 Oktober 2013, dari target yang ditetapkan pemerintah pada tanggal 27 Oktober 2013.

Dengan demikian, Indosat sebagai penyelenggara seluler pada pita frekuensi radio 2,1 GHz, telah berhasil menyelesaikan seluruh proses tahapan migrasi 3G dari blok 8 (pita frekuensi 1955-1960 MHz berpasangan dengan frekuensi 2145-2150 MHz) ke blok 6 (pita frekuensi 1945-1950 MHz berpasangan dengan frekuensi 2135-2140 MHz) di seluruh provinsi cakupan operasional jaringan 3G Indosat secara nasional.

“Penyelesaian target migrasi 3G yang berhasil kami selesaikan lebih awal dari target pemerintah ini merupakan komitmen kami untuk mendukung program pemerintah dalam menata frekuensi 3G dengan lebih baik, sehingga diharapkan layanan kepada pelanggan juga tetap terjaga kualitasnya,” kata Acting Chief Technology Officer Indosat, Ginandjar dalam rilisnya di Jakarta, Senin (21/10/2013).

Dia melanjutkan, proses migrasi 3G oleh Indosat ini ditandai dengan diselesaikanya migrasi 3G di 3 provinsi terakhir yaitu DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, dari total 18 provinsi layanan 3G Indosat.

Proses migrasi 3G dilakukan Indosat sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo No. 19 Tahun 2013 tentang Mekanisme dan Tahapan Pemindahan Alokasi Pita Frekuensi Radio pada Penataan Menyeluruh Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz.

Menurut Ginandjar, penataan 3G ini tidak terlepas dari kegiatan seleksi 3G yang telah berhasil dilaksanakan pemerintah pada tanggal 5 Maret 2013 lalu.

“Penataan menyeluruh pita frekuensi radio 2,1 GHz dilaksanakan dalam rangka mendapatkan alokasi pita frekuensi radio berdampingan (contiguous) bagi setiap penyelenggara jaringan bergerak seluler IMT-2000 pada pita frekuensi radio 2,1 GHz,” jelasnya.

Pihaknya berharap setelah perseroan menyelesaikan migrasi 3G ini, pemerintah tetap memberikan prioritas pertama terhadap penyelesaian interferensi yang masih terindikasi di lapangan, sehingga kualitas layanan yang menggunakan jaringan 3G dapat tetap terjaga dan memenuhi standardkualitas layanan bagi kebutuhan pelanggan indosat.

“Sebagaimana diketahui interferensi tersebut dapat menurunkan kecepatan akses data yang tentunya akan sangat berpengaruh pada kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan internet,” tutup Ginandjar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
Apjatel: Penerapan Network...
Apjatel: Penerapan Network Sharing Bisa Membuat Perang Harga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved