Sosialisasi kurang, pasar modal RI kalah saing

Rabu, 23 Oktober 2013 - 17:01 WIB
Sosialisasi kurang,...
Sosialisasi kurang, pasar modal RI kalah saing
A A A
Sindonews.com - Direktur IT PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Adikin Basirun mengatakan, kapitalisasi pasar (marketing capitalization) Bursa Indonesia masih kalah saing dengan Malaysia.

Adikin melihat, kurangnya pemahaman masyarakat di luar pulau Jawa terhadap informasi-informasi mengenai pasar modal menjadi biang keladi masih banyaknya masyarakat yang belum mengerti prinsip investasi melalui produk saham. Hal tersebut menjadi alasan penetrasi pasar modal menjadi lamban.

"Kesadaran saham masih minim, mayoritas investor masih dari Jakarta. Dari 90 persen investor yang berasal di pulau Jawa, sekitar 80 persennya berasal dari Jakarta," kata Adikin di Land Mark Building, Jakarta, Rabu (23/10/2013).

Padahal, kapitalisasi pasar Bursa Indonesia hingga tahun 2013 tercatat mencapai USD394 miliar, dimana dari tahun ke tahunnya tercatat tumbuh sebesar 30 persen. Hal tersebut, seharusnya dapat menjadi salah satu indikator yang bisa menarik investor untuk menanamkan investasinya di BEI.

Lambannya penetrasi pasal modal dapat dilihat dalam profil investasi, dimana sekitar 80 persen investasi berasal dari institusi, sedangkan sisanya retail. Sedikitnya porsi retail karena masih dibutuhkan sosialisasi lebih dalam kepada masyarakat mengenai industri pasar modal.

"Ini yang kita mau dukung dan kita sudah melakukan kerja sama dalam sertifikasi pelaku pasar modal dengan kampus, maka diharapkan sosialisasi dapat berjalan lebih baik dan akan menambah kapitalisasi pasar dan jumlah investor kita," katanya.

Menyinggung dominasi investor asing di BEI, Adikin menyebutkan porsi investor asing di Indonesia masih cukup besar dan cukup dominan mempengaruhi pertumbuhan indeks bursa saham.

"Porsi investor asing masih besar. Ketika mereka melakukan akumulasi beli ini akan menjadi pendorong pergerakan indeks, namun ketika mereka keluar itu terlihat bahwa dominasi investor asing sangat terasa dampaknya," ucap Adikin.

Adikin mengakui, pemahaman melalui edukasi pasar modal ke masyarakat itu masih sangat minim, oleh karena itu perlu tatap muka antara calon nasabah dengan perusahaan efek yang dituju.

"Aksesibilitas menjadi tantangan terbesar investor lokal, yang 90 persennya berasal dari pulau Jawa," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
BEI Perpanjang Laporan...
BEI Perpanjang Laporan Keuangan Emiten
Mendekatkan Masyarakat...
Mendekatkan Masyarakat ke Pasar Modal, Capital Market and Expo Summit 2023 Dibuka
Ini Jajaran Baru Komisaris...
Ini Jajaran Baru Komisaris BEI Periode 2020-2023, Salah Satunya Keponakan Luhut
Harapan 28 Tahun Perjalanan...
Harapan 28 Tahun Perjalanan Bursa Efek Indonesia Jadi Pilar Memajukan Ekonomi
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
6 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
6 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
7 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
7 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
7 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
7 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved