Karyawan BSM sempat kabur saat audit internal

Kamis, 24 Oktober 2013 - 15:44 WIB
Karyawan BSM sempat...
Karyawan BSM sempat kabur saat audit internal
A A A
Sindonews.com - Lantaran ada sejumlah pegawai yang melarikan diri saat dilaksanakannya audit internal oleh manajemen PT Bank Syariah Mandiri (BSM), menyebabkan perkara dugaan tindak pidana perbankan berupa pemberian kredit fiktif pembelian lahan untuk pembangunan perumahan di kawasan Bogor baru dilaporkan ke Kepolisian pada 12 September 2013.

Corporate Secreatary BSM Taufik Machrus menerangkan, indikasi adanya penyimpangan terkait perkara tersebut sudah diketahui pihak manajemen sejak September tahun 2012 lalu.

"Bahwa BSM menemukan ada pelanggaran internal dalam penyaluran kredit di KantorCabang BSM Bogor sejak September 2012. Atas temuan tersebut, maka BSM menurunkan tim audit internal yang dipimpin Direktorat Kepatuhan kami. Hasil audit, memperkuat adanya tindak pidana perbankan. Untuk memproses, BSM melaporkan bareskrim pada 12 September 2013," terang Taufik di Wisama Mandiri, Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Lamanya rentang waktu antara indikasi awal hingga dilakukannya pelaporan atas dugaan tindak pidana perbankan tersebut, dikarenakan adanya karyawan BSM yang diduga terlibat melarikan diri ketika audit internal dilakukan.

"Ada dua yang mangkir. Jadi, ketika pemeriksaan internal berjalan, mereka kabur. Jadi baru kita laporkan ke bareskrim setelah ada hasil audit internal," ujar Senior Vice President Human Capital BSM Ahmad Fauzi dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjut Fauzi menerangkan, manajemen telah melakukan pemecatan terhadap 3 orang karyawan yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.

"Terhadap pegawai kami yang tersangkut perkara tersebut, BSM mengambil tindakan tegas, mulai dari pencopotan jabatan, skoresing, sampai pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemutusan Hubungan Kerja kepada 3 orang, JL, HH dan MA. JL dipecat tanggal 1 November 2012, HH dipecat 1 Desember 2012, dan MA dipecat tanggal 4 Oktober 2013. Kalau MA dipecat setelah ada temuan dugaan pelanggaran dari tim audit internal," pungkas dia.

Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menetapkan empat orang tersangka dalam kasus pembobolan dana kredit Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Bogor ini.

Empat tersangka tersebut di antaranya Kepala Cabang Utama Bank Syariah Mandiri Bogor M Agustinus Masrie, Kepala Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri Bogor Chaerulli Hermawan, Accaounting Officer Bank Syariah Mandiri Bogor John Lopulisa, dan Debitur Iyan Permana.

"Satu orang pengusaha yang terlibat dalam sindikat dengan manajemen BSM KCP Bogor sudah ditetapkan sebagai tersangka, sudah dilakukan penahanan terhadap empat tersangka tersebut," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Mandiri Syariah Punya...
Mandiri Syariah Punya Tabungan Bisnis untuk Pengusaha, Mau Tau Benefitnya
Tiga Bank Syariah Milik...
Tiga Bank Syariah Milik Pemerintah Satukan Kekuatan
Merger Bank Syariah...
Merger Bank Syariah Bakal Dongkrak Bisnis Industri Halal
Catat! Merger 3 Bank...
Catat! Merger 3 Bank Syariah Sah per 1 Februari 2021
Mandiri Syariah Kucurkan...
Mandiri Syariah Kucurkan Pembiayaan Sindikasi Rp1,2 Triliun untuk PLN
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
7 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
7 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
8 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
9 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved