RI targetkan devisa dari wisman Singapura USD8,4 juta
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 18:08 WIB
RI targetkan devisa dari wisman Singapura USD8,4 juta
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Promosi, Konvensi, Insentif, Event, dan Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rizky Handayani Mustafa mengatakan, tahun ini kementeriannya telah menargetkan angka devisa negara dari sektor pariwisata sebesar USD10 miliar.
Menurutnya, angka devisa dari wisatawan mancanegara (wisman) terus meningkat, termasuk wisman dari Singapura yang mengalami peningkatan. Bahkan tahun ini, pihaknya menargetkan pemasukan dari wisman sebesar USD8,4 juta.
"Tahun lalu, wisatawan yang datang ke Indonesia untuk transaksi hanya dari Singapura ke Indonesia 8 juta orang lebih per tahun, dengan jumlah pemasukan USD8,2 juta, maka tahun ini ditargetkan USD8,4 juta, jadi saya rasa dengan target pemerintah pun itu akan tercapai," ucapnya disela-sela acara Pameran Singapore Airlines Showcase, di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2015).
Jumlah ini dinilai realistis, karena pada 2012 devisa negara dari sektor pariwisata menembus angka yang telah ditetapkan atau melebihi target. Apalagi devisa negara dari sektor ini menduduki posisi ke empat setelah ekspor barang dan jasa.
Rizky mengatakan, kerja sama Indonesia dengan maskapai lokal maupun luar negeri serta dukungan dari pihak travel tourism diharapkan daerah-daerah yang belum dikenal luas dapat mendatangkan wisatawan.
Saat ini, kata dia, pemerintah sedang menggalakkan promosi NTT dan Raja Ampat serta keindahan Sulawesi kepada dunia mancanegara.
Menurutnya, angka devisa dari wisatawan mancanegara (wisman) terus meningkat, termasuk wisman dari Singapura yang mengalami peningkatan. Bahkan tahun ini, pihaknya menargetkan pemasukan dari wisman sebesar USD8,4 juta.
"Tahun lalu, wisatawan yang datang ke Indonesia untuk transaksi hanya dari Singapura ke Indonesia 8 juta orang lebih per tahun, dengan jumlah pemasukan USD8,2 juta, maka tahun ini ditargetkan USD8,4 juta, jadi saya rasa dengan target pemerintah pun itu akan tercapai," ucapnya disela-sela acara Pameran Singapore Airlines Showcase, di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (25/10/2015).
Jumlah ini dinilai realistis, karena pada 2012 devisa negara dari sektor pariwisata menembus angka yang telah ditetapkan atau melebihi target. Apalagi devisa negara dari sektor ini menduduki posisi ke empat setelah ekspor barang dan jasa.
Rizky mengatakan, kerja sama Indonesia dengan maskapai lokal maupun luar negeri serta dukungan dari pihak travel tourism diharapkan daerah-daerah yang belum dikenal luas dapat mendatangkan wisatawan.
Saat ini, kata dia, pemerintah sedang menggalakkan promosi NTT dan Raja Ampat serta keindahan Sulawesi kepada dunia mancanegara.
(izz)
Lihat Juga :