Pemerintah diminta beri kuota impor gula dari Malaysia
Rabu, 30 Oktober 2013 - 13:25 WIB
Pemerintah diminta beri kuota impor gula dari Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta agar pemerintah hendaknya memberikan kuota impor gula dari Malaysia yang jelas lebih murah disesuaikan dengan kebutuhan di daerah perbatasan.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan, Endang Kesumayadi mengatakan, di samping memberikan pemasukan bagi negara atas bea masuk, hal itu juga bisa menghindari tindakan-tindakan ilegal yang selama ini terjadi.
Menurutnya, barang-barang kebutuhan konsumsi harganya bisa jauh lebih mahal jika didatangkan dari Pulau Jawa, karena berkenaan dengan biaya logistik yang masih mahal.
Sementara, perjanjian perdagangan antara Indonesia-Malaysia sifatnya terbatas pada kuota yang ditentukan, sementara kebutuhan lebih dari ketentuan itu. "Semua dibiarkan masuk ilegal, bahkan pemasok gula Industri Gula Nusantara (IGN) juga diduga membeli gula ilegal dari Malaysia," kata Endang dalam rilisnya, Rabu (30/10/2013).
Pihaknya mengaku dapat laporan tersebut dari masyarakat perbatasan bahwa IGN sekalipun melakukan tindakan ilegal dengan membeli gula Malaysia yang kemudian diganti kemasannya untuk didistribusikan di kawasan perbatasan, khususnya di lima daerah di Kalimantan Barat.
"Kami inginkan supaya kebijakan pemerintah ke depan bisa menghapuskan perdagangan ilegal. Sehingga para pelaku usahanya juga tidak melakukan tindak melawan hukum," pungkas dia.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan, Endang Kesumayadi mengatakan, di samping memberikan pemasukan bagi negara atas bea masuk, hal itu juga bisa menghindari tindakan-tindakan ilegal yang selama ini terjadi.
Menurutnya, barang-barang kebutuhan konsumsi harganya bisa jauh lebih mahal jika didatangkan dari Pulau Jawa, karena berkenaan dengan biaya logistik yang masih mahal.
Sementara, perjanjian perdagangan antara Indonesia-Malaysia sifatnya terbatas pada kuota yang ditentukan, sementara kebutuhan lebih dari ketentuan itu. "Semua dibiarkan masuk ilegal, bahkan pemasok gula Industri Gula Nusantara (IGN) juga diduga membeli gula ilegal dari Malaysia," kata Endang dalam rilisnya, Rabu (30/10/2013).
Pihaknya mengaku dapat laporan tersebut dari masyarakat perbatasan bahwa IGN sekalipun melakukan tindakan ilegal dengan membeli gula Malaysia yang kemudian diganti kemasannya untuk didistribusikan di kawasan perbatasan, khususnya di lima daerah di Kalimantan Barat.
"Kami inginkan supaya kebijakan pemerintah ke depan bisa menghapuskan perdagangan ilegal. Sehingga para pelaku usahanya juga tidak melakukan tindak melawan hukum," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :